Asal Usul Konflik Keluarga Rodrigo Duterte dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr

Jum'at, 02 Februari 2024 - 18:01 WIB
loading...
Asal Usul Konflik Keluarga...
Presiden Filipina Ferdinand R Marcos Jr bertemu mantan Presiden Rodrigo Duterte di Istana Malacanan pada 2 Agustus 2023. Foto/daily tribune
A A A
MANILA - Konflik antara keluarga mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan Presiden Ferdinand Marcos Jr mengejutkan banyak pihak di dalam dan luar negeri.

Ketegangan memuncak saat putra mantan pemimpin Filipina Rodrigo Duterte, Sebastian Duterte, mendesak Presiden Ferdinand Marcos Jr mengundurkan diri pada Minggu (28/1/2024).

Sebastian Duterte menyebut Marcos Jr malas dan tidak berbelas kasih dalam keretakan yang semakin dalam antara dua keluarga yang kuat secara politik itu.

Marcos bekerja sama dengan putri Duterte, Sara, untuk menjadikannya wakil presiden dalam kemenangan pemilu 2022 mereka.

Namun keretakan dalam aliansi keluarga tersebut muncul ketika petahana Marcos telah menyimpang dari kebijakan anti-narkoba dan kebijakan luar negeri pendahulunya, Duterte.

Sebastian Duterte, yang merupakan wali kota di kota terpadat ketiga di Filipina, Davao, mengatakan telah terjadi kebangkitan kembali kejahatan setelah kampanye garis keras ayahnya dilonggarkan.

Pada forum kepemimpinan, dia juga menuduh Marcos membahayakan warga Filipina yang tidak bersalah dengan mengizinkan orang Amerika Serikat (AS) masuk, referensi untuk memperluas akses AS ke pangkalan militer, termasuk beberapa pangkalan yang dekat dengan Taiwan.

Mantan Presiden Duterte telah menjalin hubungan yang lebih dekat dengan China daripada AS saat masih menjabat.

Sebastian Duterte juga menentang keputusan Marcos untuk memulai kembali perundingan perdamaian dengan pemberontak komunis, dengan mengatakan Marcos tidak tahu apa-apa tentang penderitaan masyarakat yang tinggal di daerah yang dulunya merupakan basis pemberontak.

“Kamu malas dan kurang kasih sayang. Itu sebabnya kami tidak bahagia,” tegas Sebastian Duterte.

Belum ada komentar langsung dari kantor Marcos tentang keretakan yang terlihat di depan publik tersebut.

PemiluSela Membayangi


Sebastian Duterte berbicara tepat sebelum Marcos naik panggung pada rapat umum yang dipimpin pemerintah di ibu kota untuk menggalang dukungan bagi kampanye "Bagong Pilipinas (Filipina Baru)", di mana dia berjanji meningkatkan pelayanan negara dan transparansi anggaran.

Aliansi Marcos dengan Dutertes sangat penting bagi kemenangan pemilu presidennya, sehingga memburuknya hubungan mereka dapat berdampak pada upayanya memperkuat basis dukungan menjelang pemilihan sela Senat dan Kongres tahun depan.

Sara Duterte, yang juga menjabat Menteri Pendidikan Filipina, menghadiri rapat umum presiden sebelum terbang ke Davao untuk bergabung dengan ayah dan saudara-saudaranya dalam rapat umum doa menentang upaya mengamandemen konstitusi Filipina, yang didukung Marcos.

Beberapa penentang perubahan konstitusi, termasuk keluarga Duterte, mengatakan hal ini didorong agenda untuk mengubah sistem politik dan menghapus batasan masa jabatan, termasuk batasan masa jabatan presiden, yang saat ini hanya dapat menjabat satu kali masa jabatan enam tahun.

“Dia mengutamakan politik, menjaga diri mereka sendiri… daripada berfokus pada pekerjaan,” papar Sebastian Duterte.

“Pak Presiden, jika tidak ada rasa cinta dan cita-cita terhadap bangsa, mundurlah,” tegas dia.

Seperti kakaknya, Sara Duterte secara terbuka menentang beberapa kebijakan Marcos, termasuk perundingan damai dengan pemberontak komunis yang menurutnya merupakan "kesepakatan dengan setan".

Ketika dimintai komentar atas pernyataan kakaknya, Sara Duterte mengatakan, "Saya hanya bisa menduga dia berasal dari rasa cinta persaudaraan, ditambah dengan sentimen umum bahwa saya tidak pantas menerima perlakuan tercela yang saya terima dari beberapa sektor di dalam lingkaran presiden."

Sara Duterte tidak menjelaskan lebih lanjut, namun mengatakan dia "akan tetap setia" pada pekerjaannya di Kementerian Pendidikan.

Keretakan antara dua dinasti politik itu tampaknya tidak akan reda dalam waktu dekat. Perselisihan itu akan membentuk kondisi politik Filipina dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Baca juga: Israel Terima Kesepakatan Gencatan Senjata, Hamas Beri Sinyal Positif
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Diburu ICC, Sekutu Duterte...
Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina
Berkonflik dengan Presiden...
Berkonflik dengan Presiden Marcos Jr, Wapres Sara Duterte Terancam Dimakzulkan
Para Pemimpin Asia Tenggara...
Para Pemimpin Asia Tenggara Bahas Cara Hadapi Dampak Perang Iran di KTT ASEAN
Pemakzulan Sara Duterte...
Pemakzulan Sara Duterte dan Wacana Pemakzulan Gibran
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
SNA Dorong Inovasi Ahli...
SNA Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Indonesia Sehat
Berita Terkini
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved