Mengapa Hong Kong Ingin Undang Undang Keamanan Nasional yang Baru?

Kamis, 01 Februari 2024 - 19:19 WIB
loading...
A A A
“Bisa jadi perusahaan atau kelompok yang memiliki hubungan dengan pemerintah asing mungkin tertangkap di sini,” kata Young.

Pemimpin Hong Kong John Lee mengatakan pada hari Selasa bahwa undang-undang tersebut akan memenuhi standar internasional dan melindungi hak dan kebebasan Hong Kong.

4. Mengikuti langkah China

Mengapa Hong Kong Ingin Undang Undang Keamanan Nasional yang Baru?

Foto/Reuters

Melansir Rueters, mencerminkan prioritas Presiden Xi Jinping, China memperbarui undang-undang rahasia negaranya pada tahun 2023, melarang transfer informasi apa pun terkait keamanan nasional dan memperluas definisi spionase. Beberapa analis mengatakan hal ini masih belum jelas.

Versi Hong Kong sendiri harus berurusan dengan rahasia negara tetapi dengan undang-undang yang sesuai dengan standar common law yang berbasis di Inggris, yang mana Hong Kong masih menjadi bagiannya.

Hong Kong dapat menjembatani keduanya dengan beberapa definisi yang ketat tentang apa yang dilindungi, sehingga memberikan kejelasan, namun “konsep daratan dan definisi hukum rahasia negara masih membayangi dan kita tidak dapat mengabaikannya,” kata Young.

5. Undang-Undang Segera Terwujud

Melansir Rueters, berbeda dengan ketegangan yang terjadi pada RUU tersebut pada tahun 2003, RUU Pasal 23 yang final diperkirakan akan disahkan dengan mudah dan relatif cepat, setelah RUU tersebut dibacakan secara formal dan melalui perdebatan di Dewan Legislatif. Perubahan pada sistem pemilu Hong Kong setelah tahun 2019 berarti bahwa tokoh-tokoh pro-kemapanan yang dianggap sebagai “patriot” mengendalikan badan tersebut.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Hamas Mundur dari Pemerintahan...
Hamas Mundur dari Pemerintahan Gaza?
Trump Kecam Wasit Brasil...
Trump Kecam Wasit Brasil karena Beri Kartu Merah Folarin Balogun: Mengerikan!
Rekomendasi
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
Berita Terkini
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved