Komandan Pasukan Khusus Israel Ini Dihabisi Hamas dalam Perang Gaza

Kamis, 01 Februari 2024 - 14:04 WIB
loading...
Komandan Pasukan Khusus...
Mayor Yitzhar Hofman, komandan pasukan khusus dari Angkatan Udara Israel, tewas dalam perang melawan Hamas di Jalur Gaza, Palestina. Foto/IDF
A A A
GAZA - Seorang komandan Shaldag, pasukan khusus Angkatan Udara Israel, tewas dalam perang melawan Hamas di Gaza, Palestina, pada hari Rabu.

Komandan tentara Zionis tersebut bernama Mayor Yitzhar Hofman (36).

Kematiannya menjadikan jumlah korban tewas pasukan Israel dalam serangan darat melawan Hamas menjadi 224 orang.

Sebelumnya pada hari yang sama, militer Zionis mengumumkan kematian tiga tentara yang tewas sehari sebelumnya dalam pertempuran di utara dan selatan Jalur Gaza.

Baca Juga: Tiru Inggris, AS Akan Akui Negara Palestina

Mengutip laporan Times of Israel pada Kamis (1/2/2024), Pasukan Pertahanan Israel (IDF) meningkatkan serangan udara di Kota Gaza, wilayah utara Jalur Gaza, pada hari Rabu, sementara pasukan daratnya fokus pada pertempuran di selatan.

Asap mengepul di atas Kota Gaza setelah serangan udara terbaru, beberapa di antaranya menargetkan markas besar kementerian dalam negeri yang dikelola Hamas, menurut warga dan media yang dikelola Hamas.

Wilayah kamp pengungsi Al-Nuseirat di Gaza tengah juga diserang dan tank-tank menggempur wilayah Khan Younis di sekitar Rumah Sakit Nasser, rumah sakit terbesar yang masih berfungsi di wilayah selatan, kata para saksi mata.

Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengeklaim bahwa setidaknya 125 orang tewas selama 24 jam terakhir akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza.

IDF pada hari Rabu merilis rekaman yang menunjukkan serangan baru-baru ini terhadap kelompok Hamas di daerah Khan Younis, setelah diidentifikasi oleh pasukan Unit Pengumpulan Intelijen Tempur ke-414 Korps Pertahanan Perbatasan.

Unit ke-414, yang biasanya berada di bawah Divisi Gaza, telah beroperasi bersama berbagai batalyon yang memerangi Hamas jauh di dalam Gaza.

Sejak awal operasi darat di Gaza, IDF mengatakan unit tersebut menemukan lebih dari 100 terowongan, membantu menghancurkan sekitar 200 lokasi Hamas, serta puluhan peluncur roket, dan mengarahkan serangan ke sejumlah sel Hamas.

Di Khan Younis, kata IDF, unit tersebut telah mengumpulkan intelijen menggunakan drone, mengidentifikasi bangunan jebakan dan sel Hamas, dan menyerukan serangan udara.

Sebelumnya, juga pada hari Rabu, IDF mengatakan pasukannya terus melakukan serangan terhadap Hamas di bagian barat kota tersebut, di mana sebagian besar sandera yang tersisa dan pimpinan tertinggi Hamas diyakini berada.

Dalam satu insiden di Khan Younis barat, menurut IDF, Brigade Pasukan Terjun Payung melihat seorang anggota Hamas bergabung dengan sel kelompoknya sebelum mengarahkan serangan udara terhadap mereka.

Dalam insiden lain, Angkatan Udara Israel menyerang sebuah gedung yang menurut militer digunakan oleh sel Hamas lainnya yang berencana menyergap pasukan.

“Ada banyak korban luka di antara para pengungsi yang berada di kawasan industri dan beberapa sekolah,” kata Nassim Hassan, kepala Unit Gawat Darurat di Rumah Sakit Nasser."Banyak dari korban luka dibiarkan dimuati di mobil atau bahkan berjalan kaki.”

Perang Gaza pecah sejak 7 Oktober 2023 setelah Hamas menyerang Israel selatan, menewaskan lebih dari 1.200 orang dan menyandera 253 orang lainnya.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa hampir 27.000 orang di Jalur Gaza telah tewas akibat invasi brutal Israel sejak 7 Oktober 2023.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Gagal Menang atas RD Kongo di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved