Putin: Pesawat Rusia Pembawa 65 Tawanan Ukraina Ditembak Rudal Patriot AS, Itu Fakta

Kamis, 01 Februari 2024 - 09:50 WIB
loading...
Putin: Pesawat Rusia...
Presiden Vladimir Putin sebut pesawat militer Rusia pembawa 65 tawanan Ukraina jatuh di Belgorod akibat ditembak rudal Patriot AS. Foto/Sky News
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pesawat militer Moskow pembawa 74 orang, termasuk 65 tawanan perang asal Ukraina, ditembak jatuh oleh sistem rudal Patriot buatan Amerika Serikat (AS).

Menurut Putin penyebab insiden pada Rabu pekan lalu itu merupakan fakta yang telah dikonfirmasi para pakar terkait.

Pesawat Il-76 jatuh di Belgorod. Pesawat angkut militer itu, menurut Rusia, ditembak jatuh ketika membawa para tawanan perang asal Ukraina untuk ditukar dengan tawanan perang asal Rusia.

“Pesawat itu ditembak jatuh oleh sistem Patriot buatan AS,” kata Putin, yang menyebutnya sebagai "fakta yang sudah pasti, yang telah dikonfirmasi oleh tinjauan para ahli yang relevan."

Baca Juga: Pesawat Rusia Angkut 65 Tawanan Ukraina Jatuh Dirudal, Ini Respons Kyiv

Layanan darurat Rusia sebelumnya menyatakan bahwa pecahan satu atau lebih rudal ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat.

Penyelidik Rusia belum secara resmi mengomentari hasil penyelidikan yang sedang berlangsung atas insiden tersebut.

Namun, sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan kepada kantor berita TASS bahwa analisis kotak hitam pesawat menunjukkan pesawat tersebut sengaja ditembak jatuh.

Kemudian, salah satu sumber juga mengatakan kepada kantor berita tersebut bahwa sangat mungkin sistem rudal permukaan-ke-udara Patriot yang dipasok AS digunakan dalam serangan itu.

Pekan lalu, sumber militer Prancis mengatakan kepada Radio France bahwa pasukan Kyiv menggunakan sistem rudal Patriot untuk menjatuhkan pesawat tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia menuduh militer Ukraina berada di balik serangan, dan menambahkan bahwa Kyiv sangat menyadari fakta bahwa pesawat tersebut membawa tawanan perang asal Ukraina untuk ditukar.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Rabu membantah klaim Moskow dan menyerukan penyelidikan internasional atas insiden tersebut.

Pada hari Rabu, Putin juga mengatakan bahwa Rusia akan mengupayakan penyelidikan internasional atas pesawat yang jatuh itu.

“Saya nyatakan secara resmi: Kami meminta pakar internasional dikerahkan [di sini] untuk melakukan analisis, menilai bukti material yang ada mengenai fakta bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh sistem Patriot,” tegasnya, seperti dikutip dari RT, Kamis (1/2/2024).

Orang nomor satu Rusia itu juga mengatakan dia tidak mengerti mengapa militer Ukraina malah melakukan tindakan tersebut.

"Saya tidak tahu. Saya tidak memahaminya,” katanya, ketika ditanya tentang pendapatnya mengenai masalah itu.

"Orang dapat berasumsi bahwa mereka melakukannya secara tidak sengaja.”

"Tindakan tersebut merupakan kejahatan dalam hal apa pun,” tegas presiden Rusia, yang menyimpulkan bahwa tindakan seperti itu akan diklasifikasikan sebagai pembunuhan karena kelalaian.

Menurut Putin, serangan itu mungkin juga merupakan provokasi yang bertujuan untuk mendapatkan respons dari Rusia.

Moskow, lanjut dia, tidak akan menghentikan pertukaran tawanan perang dengan Kyiv dengan alasan bahwa Rusia menginginkan orang-orangnya kembali dan akan berusaha memulangkan mereka selama Ukraina menyetujui pertukaran tawanan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Trump Tuduh China Ingin...
Trump Tuduh China Ingin Kuasai Terusan Panama: Tak Akan Terjadi!
Rekomendasi
1 Abad Kelahiran Rahmi...
1 Abad Kelahiran Rahmi Hatta Momen Refleksi Nilai Keteladanan bagi Generasi Muda
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved