Kata Putin, Rusia Sangat Benci Gagasan Perang Nuklir AS vs Korut

Selasa, 05 Juni 2018 - 07:41 WIB
Kata Putin, Rusia Sangat...
Kata Putin, Rusia Sangat Benci Gagasan Perang Nuklir AS vs Korut
A A A
MOSKOW - Rusia sangat membenci jika perang nuklir yang melibatkan Korea Utara dan Amerika Serikat (AS) berkecamuk di dekat perbatasannya. Demikian disampaikan Presiden Vladimir Putin kepada stasiun televisi Austria.

Moskow, kata dia, akan menguras segala upaya untuk menyelesaikan ketegangan di wilayah tersebut dengan damai.

"Saya bahkan tidak ingin memikirkannya," kata Putin kepada penyiar ORF ketika ditanya tentang potensi konfrontasi nuklir antara AS dan Korea Utara, yang dikutip Selasa (5/6/2018). Putin menggambarkan gagasan perang nuklir seperti itu sebagai hal yang mengerikan.

"Rusia, dari semua negara, tidak tertarik karena Korea Utara adalah tetangga kami," ujar presiden yang juga mantan mata-mata KGB tersebut.

Dia menjelaskan bahwa beberapa situs uji nuklir Korea Utara terletak kurang dari beberapa ratus kilometer dari perbatasan Rusia. "Dan ini adalah sesuatu yang benar-benar nyata bagi kami," katanya.

Dia menegaskan krisis di semenanjung Korea harus diselesaikan secara eksklusif melalui sarana diplomatik. "Rusia menaruh harapan besar pada pertemuan pribadi antara Presiden (Donald) Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un," ujarnya.

Pada saat yang bersamaan, sambung Putin, jalan menuju denuklirisasi Korea Utara harus menjadi jalan dua arah, di mana Washington harus membuat beberapa konsesi, bukan hanya menempatkan tuntutan pada Pyongyang.

"Jika pemimpin Korea Utara mendukung niatnya dengan tindakan praktis, misalnya, menyerahkan tes rudal balistik terbaru, uji coba nuklir terbaru, pihak lain harus membalasnya dengan cara yang nyata," kata Putin.

Dia lantas mengkritik latihan militer lanjutan AS dan Korea Selatan di Semenanjung Korea sebagai langkah kontraproduktif.

"Rusia akan melakukan segalanya dalam kekuatannya untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea," katanya. "Pada bagian kami, kami siap untuk menguras segala upaya menuju tujuan itu."

Putin juga memuji Beijing atas upayanya yang bertujuan menyelesaikan krisis di Semenanjung Korea. "China telah melakukan banyak hal untuk mengarahkan situasi ke arah détente dan denuklirisasi," katanya.

Pada September 2017 ketika ketegangan memanas di Semenanjung Korea, Rusia dan China mempresentasikan sebuah inisiatif "pembekuan ganda", yakni merekomendasikan agar Korea Utara menangguhkan program nuklir dan rudalnya dengan imbalan AS dan Korea Selatan berhenti melakukan latihan militer di semenanjung tersebut.

Tapi, proposal itu ditolak oleh Washington. Trump dan Kim Jong-un pada saat itu justru saling melontarkan hinaan dan ancaman serangan nuklir.
(mas)
Berita Terkait
AS Ketir-ketir Rusia...
AS Ketir-ketir Rusia dan Korea Utara Semakin Lengket
Vladimir Putin: Rusia...
Vladimir Putin: Rusia Dukung Korea Utara Melawan Barat yang Khianat dan Berbahaya
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Kim Jong Un Pulang ke...
Kim Jong Un Pulang ke Korea Utara Pakai Kereta Usai Bertemu Putin
Ancaman Nuklir Vladimir...
Ancaman Nuklir Vladimir Putin Membuat Amerika Serikat Gelisah
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
5 jam yang lalu
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
6 jam yang lalu
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
6 jam yang lalu
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
8 jam yang lalu
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
9 jam yang lalu
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
10 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved