Saudi Ancam Lakukan Aksi Militer pada Qatar jika Beli S-400 Rusia

Sabtu, 02 Juni 2018 - 07:07 WIB
Saudi Ancam Lakukan...
Saudi Ancam Lakukan Aksi Militer pada Qatar jika Beli S-400 Rusia
A A A
RIYADH - Arab Saudi, salah satu negara yang memblokade Qatar, mengancam akan melakukan aksi militer terhadap tetangganya itu jika Doha membeli sistem rudal pertahanan udara S-400 buatan Rusia.

Ancaman Riyadh muncul dalam surat Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud yang ditujukan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Isi surat yang dikutip koran Prancis, Le Monde, mengungkapkan keprihatinan Riyadh terkait pembicaraan yang sedang berlangsung antara Moskow dan Doha soal pembelian sistem senjata anti-pesawat canggih itu.
Raja Saudi, yang meminta Prancis meningkatkan tekanannya pada Qatar, mengatakan bahwa dia khawatir tentang konsekuensi dari akuisisi Doha terhadap sistem rudal pertahanan S-400. Riyadh merasa sistem itu bisa mengancam keamanan Riyadh.

"(Dalam situasi seperti ini), Kerajaan (Arab Saudi) akan siap untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghilangkan sistem pertahanan ini, termasuk tindakan militer," kata Raja Salman dalam suratnya.

Koran Prancis itu memperoleh konten surat Raja Salman melalui sumber yang dekat dengan Istana Elysee.

Pada bulan Januari, duta besar Qatar untuk Rusia mengatakan pembicaraan untuk akuisisi sistem pertahanan udara S-400 telah memasuki tahap lanjut.

Pembicaraan Moskow dan Doha itu terjadi setelah penandatanganan perjanjian kerja sama militer dan teknis antara kedua negara pada Oktober 2017.

Seperti diketahui, Qatar sedang dimusuhi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir setelah Doha dituduh mendukung terorisme. Empat negara itu telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan memblokade negara kecil yang kaya raya di kawasan Teluk tersebut.

Doha telah membantah tuduhan telah mendukung terorisme. Sebaliknya, Qatar merasa jadi korban pemerasan para tetangga Arab-nya.

Saudi sendiri telah menandatangani perjanjian awal untuk pembelian sistem rudal pertahanan S-400 Rusia. Penandatanganan perjanjian terjadi Oktober tahun lalu saat Raja Salman berkung ke Moskow.

Pavel Felgenhauer, seorang analis pertahanan yang berbasis di Rusia, mengatakan kepada Al Jazeera, Sabtu (2/6/2018), bahwa ancaman Saudi tak mungkin berhasil menekan Qatar untuk membeli sistem rudal pertahanan Moskow tersebut.

"Rusia telah selama beberapa tahun mencoba membangun semacam hubungan perdagangan dengan Arab Saudi, tetapi itu tidak benar-benar berhasil," kata Felgenhauer.

"Arab Saudi telah jelas mengikat tali politik untuk setiap kesepakatan yang mungkin dengan membeli senjata Rusia, bahwa Rusia harus mengurangi kerja samanya dengan Iran terutama dan mungkin memodifikasi posisinya di Suriah," ujarnya.

"Qatar tidak mengikat tali semacam itu (dan) Rusia tidak akan secara militer mencoba terlibat dalam apa pun yang terjadi di Teluk, dalam hal apapun, rudal anti-pesawat ini kemungkinan akan muncul di Qatar, namun tidak dalam waktu dekat.
(mas)
Berita Terkait
Sengketa Wilayah, Saudi:...
Sengketa Wilayah, Saudi: Keputusan Pengadilan Tak Terkait Keluhan Qatar
Ingin Jadi Sekutu Sejati...
Ingin Jadi Sekutu Sejati AS, Arab Saudi Ingin Pakta Pertahanan seperti Qatar
GCC Sambut Kesepakatan...
GCC Sambut Kesepakatan Arab Saudi dan Qatar Buka Lagi Perbatasan
Begini Ekspresi Kekalahan...
Begini Ekspresi Kekalahan Lionel Messi Dkk Usai Dipermalukan Arab Saudi di Laga Perdana
Negara-negara Arab Tegaskan...
Negara-negara Arab Tegaskan Dukungan pada Raja Yordania
Hadiri Pembukaan Piala...
Hadiri Pembukaan Piala Dunia, Pangeran Mohammed bin Salman Berterima Kasih pada Emir Qatar
Berita Terkini
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
13 menit yang lalu
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
37 menit yang lalu
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
1 jam yang lalu
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
1 jam yang lalu
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
2 jam yang lalu
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
2 jam yang lalu
Infografis
Sistem Misil S-400 Rusia...
Sistem Misil S-400 Rusia Tembak Jatuh 8 Rudal ATACMS Amerika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved