Israel Dilaporkan Bersiap Invasi Lebanon Besar-besaran, Ini Respons Hizbullah

Minggu, 28 Januari 2024 - 10:12 WIB
loading...
Israel Dilaporkan Bersiap...
Israel dilaporkan bersiap untuk menginvasi Lebanon secara besar-besaran untuk melawan Hizbullah. Foto/REUTERS
A A A
BEIRUT - Israel dilaporkan bersiap untuk menginvasi Lebanon secara besar-besaran untuk melawan kelompok Hizbullah. Laporan datang dari lembaga penyiaran LBCI yang berbasis Lebanon pada hari Sabtu.

Hizbullah telah menembakkan roket dan mortir ke posisi Israel di tengah perang Israel-Hamas yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Rentetan serangan tersebut telah memicu serangan balasan dari tentara Israel.

Menurut LBCI, laporan intelijen tentang rencana Israel telah diberikan kepada Hizbullah oleh negara Arab yang tidak disebutkan namanya.

Laporan itu menyebutkan bahwa potensi invasi Israel akan ditujukan untuk memaksa para militan Hizbullah mematuhi Resolusi Keamanan PBB 1701, yang diadopsi setelah berakhirnya perang Israel-Lebanon sebelumnya pada tahun 2006.

Baca Juga: Eks Jenderal AS: Amerika Harus Menjauhi Perang Darat Israel Melawan Hamas

Dokumen PBB memfasilitasi pembentukan zona demiliterisasi di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon.

Namun situasi semakin memanas bulan ini setelah serangan Israel menewaskan wakil pemimpin Hamas Saleh al-Arouri di Beirut.

Ketua Fraksi Hizbullah di Parlemen Lebanon, Mohammad Raad, memperingatkan Israel agar tidak melakukan serangan.

Dalam upacara Hizbullah, Raad menyatakan bahwa keamanan Lebanon di atas segalanya dan Hizbullah siap berperang.

Menurutnya, sampai saat ini Israel hanya merasakan sebagian kekuatan organisasi tersebut. "Jika terjadi perang habis-habisan, maka ia akan merasakan perpanjangan lengannya," katanya, seperti dikutip Jerusalem Post, Minggu (28/1/2024).

Namun, media-media Israel menganggap laporan tentang persiapan invasi ke Lebanon sebagai laporan palsu.

Laporan itu muncul di tengah meningkatnya serangan roket di utara Israel.

Sebelumnya, rudal anti-tank kembali menembaki wilayah utara Israel setelah sirene roket diaktifkan di pemukiman Shlomi. Misil itu jatuh di area terbuka, namun sejauh ini tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang dilaporkan.

Sirene peringatan kemudian diaktifkan di pemukiman Dafna, Gosher, Ajjar, Kibbutz Dan, She'ar Yashuv, dan Shnir karena takut akan infiltrasi pasukan musuh.

Selain itu, empat milisi Hizbullah dilaporkan tewas dalam serangan Israel di kota Beit Leaf di Lebanon selatan pada Jumat malam.

Setelah itu, sepanjang Sabtu malam, sejumlah besar sirene roket terdengar di wilayah utara Israel. Alarm terdengar di pemukiman Arab al-Aramshe, Adamit, Zrait dan Shumra.

“Pesawat tempur IDF menyerang dua infrastruktur operasional tempat operasi organisasi teroris Hizbullah berada, yaitu di desa Beit Leaf dan bangunan militer di wilayah desa Deir Ams di Lebanon selatan,” kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Pekan lalu, Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Herzi Halevi mengatakan kemungkinan konflik dengan Beirut jauh lebih tinggi dibandingkan masa lalu.

Dia menambahkan bahwa IDF berada dalam kondisi meningkatkan kesiapan untuk serangan lintas batas.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Lebanon Abdallah Bou Habib mengatakan bahwa keterlibatan negara-negara lain dalam pertempuran Israel-Hamas tidak dapat diterima.

Dia juga memperingatkan bahwa perang dengan Lebanon tidak akan menjadi “piknik” bagi Israel.

Anggota Parlemen Lebanon dari Fraksi Hizbullah Hassan Ezzedine juga mengatakan bahwa para militan kelompoknya akan melawan balik dua kali lebih keras dan memberikan pukulan kepada musuh.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
Wilayahnya Berdekatan,...
Wilayahnya Berdekatan, Negara-negara Ini Belum Serang Israel di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved