Tak Peduli Isu Etis, Ribuan Warga India Berburu Kerja di Israel saat Genosida Gaza

Jum'at, 26 Januari 2024 - 19:30 WIB
loading...
A A A
Sekitar 90.000 warga Palestina dilaporkan bekerja di sektor konstruksi Israel. Namun karena konflik yang dimulai ketika pejuang Hamas menyerbu komunitas Israel dan menewaskan sekitar 1.200 orang pada bulan Oktober, Israel telah membatalkan izin kerja ribuan pekerja Palestina tersebut.

Sementara itu, lebih dari 25.000 orang telah dibunuh Israel secara brutal di Jalur Gaza, menurut pihak berwenang Palestina.

Sekelompok organisasi industri Pusat Serikat Buruh India (CITU) mengecam perekrutan tersebut dan mendesak pemerintahan Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi menghentikan perjanjian dengan Israel.

“CITU mengimbau para pekerja India untuk tidak menjadi korban dari bantuan pemerintah yang dipimpin BJP… dan negara-negara yang mencari pekerjaan di Israel, yang merupakan wilayah yang dilanda konflik dan (pemerintah) mereka membuat ribuan warga Palestina di Israel kehilangan pekerjaan sambil melakukan serangan genosida terhadap Palestina," ujar Tapan Sen, sekretaris jenderal CITU.

Pemerintah India, yang telah menjalin hubungan lebih dekat dengan Israel dalam beberapa tahun terakhir, membela upaya perekrutan pekerja tersebut.

"Kami memiliki kemitraan mobilitas dengan beberapa negara di seluruh dunia. Dan kami sekarang juga memiliki perjanjian dengan Israel. Perjanjian tersebut dimulai jauh sebelum konflik meletus," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal kepada wartawan Kamis lalu.

Menekankan tidak ada dasar untuk khawatir, dia menambahkan, "Izinkan saya memberi tahu Anda bahwa undang-undang ketenagakerjaan di Israel kuat dan ketat serta memberikan perlindungan terhadap hak-hak buruh dan hak-hak migran."

Sebelum perang, perlindungan semacam itu dipertanyakan kelompok-kelompok hak asasi manusia, menyoroti dugaan kasus penganiayaan terhadap pekerja Thailand, sumber utama tenaga kerja lainnya di Israel yang berpenduduk sekitar 9 juta orang.

Namun Jaiswal menekankan, “Kami sadar akan tanggung jawab kami untuk memberikan keselamatan dan keamanan kepada orang-orang kami yang berada di luar negeri. Ketika konflik meletus di Israel, kami meluncurkan Operasi Ajay untuk semua orang yang ingin kembali,” mengacu pada penerbangan repatriasi. “Karena itu, kami tetap berkomitmen untuk migrasi yang aman bagi masyarakat kami.”

Bagi pekerja seperti Seni, keputusannya sederhana. “Risiko ada dimana-mana, dan kita harus menghadapinya. Saya tidak bisa hanya duduk di rumah dan membuat keluarga saya kelaparan,” ujar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Menpar: Prambanan Jadi...
Menpar: Prambanan Jadi Jembatan Pariwisata Budaya dan Spiritual Indonesia-India
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Usia Tembus Seabad,...
Usia Tembus Seabad, Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Ulang Tahun Ke-101
Rekomendasi
Polri Harus Bongkar...
Polri Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Korporasi Dugaan Korupsi Batu Bara
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Transformasi Transportasi,...
Transformasi Transportasi, Jumlah Penumpang KAI Naik 10 Persen
Berita Terkini
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Panglima IRGC Sumpah...
Panglima IRGC Sumpah Balas Dendam atas Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved