Penerbangan Ini Dibatalkan setelah Penumpang Lihat 4 Baut Hilang dari Sayap Pesawat

Selasa, 23 Januari 2024 - 12:59 WIB
loading...
Penerbangan Ini Dibatalkan...
Penerbangan Virgin Atlantic tujuan New York, Amerika Serikat, dibatalkan sesaat sebelum lepas landas setelah penumpang melihat empat bau hilang dari sayap pesawat. Foto/Kennedy News
A A A
LONDON - Penerbangan Virgin Atlantic tujuan New York, Amerika Serikat (AS) dibatalkan beberapa saat sebelum lepas landas. Itu dilakukan setelah seorang penumpang yang khawatir mengatakan dia melihat empat baut hilang dari sayap pesawat.

Penumpang asal Inggris; Phil Hardy (41), berada di dalam Penerbangan VS127 di Bandara Manchester pada 15 Januari ketika dia melihat empat baut hilang dari sayap pesawat.

Dia melihat ketidakberesan itu saat pengarahan keselamatan diberikan kepada para penumpang. Hardy lantas memutuskan untuk memberi tahu awak kabin.

Baca Juga: Ketika Jet Tempur Siluman F-35 AS yang Canggih Dilumpuhkan oleh Senter

“Saya seorang penerbang yang baik, namun pasangan saya tidak menyukai informasi yang saya sampaikan kepadanya dan mulai panik, dan saya berusaha menenangkan pikirannya sebanyak yang saya bisa,” kata Hardy kepada Kennedy News, yang dilansir Selasa (23/1/2024).

“Saya pikir yang terbaik adalah memberitahukan hal ini kepada pramugari agar aman," ujarnya.

Menurut maskapai Virgin Atlantic, para insinyur segera dipanggil untuk melakukan pemeriksaan pemeliharaan pada pesawat Airbus A330 tersebut sebelum dijadwalkan lepas landas ke Bandara Internasional John F Kennedy di New York City.

Rekaman video yang diambil oleh Hardy menunjukkan salah satu insinyur naik ke sayap pesawat sebelum menggunakan obeng untuk mengutak-atik beberapa pengencang.

Hardy mengatakan staf maskapai berulang kali meyakinkannya bahwa tidak ada masalah keselamatan pada sayap pesawat, namun ketakutannya semakin besar mengingat cobaan baru-baru ini di mana sebuah pesawat Alaska Airlines kehilangan pintunya, yang melayang di tengah penerbangan.

Baik Virgin maupun Airbus menekankan tidak ada dampak terhadap keselamatan pesawat pekan lalu meskipun ada perbaikan.

Perwakilan Virgin Atlantic mengatakan penerbangan tersebut akhirnya dihentikan. "Untuk memberikan waktu untuk pemeriksaan pemeliharaan teknis tambahan sebagai tindakan pencegahan, yang memberikan tim kami waktu maksimum untuk menyelesaikan inspeksi mereka," katanya dalam sebuah pernyataan.

“Keselamatan pelanggan dan kru kami selalu menjadi prioritas utama kami dan hal ini tidak terganggu sama sekali,” imbuh pernyataan tersebut.

"Kami selalu bekerja jauh di atas standar keselamatan industri dan pesawat ini kini kembali beroperasi.”

Neil Firth, kepala insinyur sayap lokal Airbus untuk A330, menambahkan bahwa panel yang terkena dampak adalah struktur sekunder yang digunakan untuk meningkatkan aerodinamis pesawat.

“Masing-masing panel ini memiliki 119 pengencang, sehingga tidak ada dampak terhadap integritas struktural atau kemampuan memuat sayap, dan pesawat aman untuk dioperasikan,” ujarnya.

“Sebagai tindakan pencegahan, pesawat menjalani pemeriksaan pemeliharaan tambahan dan pengencang diganti.”

Para penumpang akhirnya dipesan ulang ke penerbangan alternatif; Big Apple.

“Kami ingin meminta maaf kepada pelanggan kami atas keterlambatan perjalanan mereka,” kata perwakilan Virgin Atlantic.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Acuhkan Trump, Iran...
Acuhkan Trump, Iran Tak Kirim Delegasi ke Qatar untuk Berunding
Rekomendasi
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Permudah Layanan Digital,...
Permudah Layanan Digital, BPJS Kesehatan Luncurkan REHAB 3.0 dan PASTI JKN
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved