Orang di Negara Paling Bahagia di Dunia Ini Justru Paling Sering Mengidap Gangguan Kesehatan Mental, Apa Pemicunya?
Senin, 22 Januari 2024 - 17:29 WIB
loading...
A
A
A
Badan pemerintah tersebut mengatakan bahwa, meskipun total jumlah kompensasi yang dibayarkan lebih tinggi tahun lalu, jumlah penerimanya hampir 10.000 lebih sedikit dibandingkan tahun 2022, sebuah penurunan yang menurut Kela disebabkan oleh penurunan angka Covid-19.
Pada tahun 2023, badan tersebut memberikan pembayaran kepada sekitar 4.000 orang yang didiagnosis mengidap Covid-19 yang kemudian tidak dapat bekerja. Pada tahun 2022, sekitar 18.000 orang mengklaim manfaat yang sama.
Blomgren menambahkan bahwa dampak Covid-19 terhadap masyarakat Finlandia saat ini tidak “terlihat secara signifikan” dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan skema tunjangan sakit Kela, lembaga tersebut akan memberikan kompensasi kepada pekerja yang kehilangan pendapatan karena masalah kesehatan. Surat keterangan dokter diperlukan untuk mengakses program manfaat, dan Kela akan membayar tunjangan sakit tidak lebih dari satu tahun. Jika seorang pekerja masih menerima upah selama sakit, pembayaran tunjangan akan diberikan kepada majikannya.
Pada tahun 2023, badan tersebut memberikan pembayaran kepada sekitar 4.000 orang yang didiagnosis mengidap Covid-19 yang kemudian tidak dapat bekerja. Pada tahun 2022, sekitar 18.000 orang mengklaim manfaat yang sama.
Blomgren menambahkan bahwa dampak Covid-19 terhadap masyarakat Finlandia saat ini tidak “terlihat secara signifikan” dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan skema tunjangan sakit Kela, lembaga tersebut akan memberikan kompensasi kepada pekerja yang kehilangan pendapatan karena masalah kesehatan. Surat keterangan dokter diperlukan untuk mengakses program manfaat, dan Kela akan membayar tunjangan sakit tidak lebih dari satu tahun. Jika seorang pekerja masih menerima upah selama sakit, pembayaran tunjangan akan diberikan kepada majikannya.
(ahm)
Lihat Juga :