5 Kekejaman Militer AS yang Tercatat dalam Sejarah

Senin, 22 Januari 2024 - 20:40 WIB
loading...
A A A
Warga Haditha marah karena tidak satu pun dari delapan Marinir yang dihukum.

“Saya berharap pengadilan Amerika akan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada orang ini dan dia akan tampil dan mengaku di depan seluruh dunia bahwa dia melakukan kejahatan ini, sehingga Amerika dapat menunjukkan dirinya sebagai negara yang demokratis dan adil,” salah satu korban selamat dari pembunuhan itu, kata Awis Fahmi Hussein kepada CBS.

5. Serangan Udara Azizabad, Afghanistan

5 Kekejaman Militer AS yang Tercatat dalam Sejarah

Foto/Reuters

Melansir The World, pada tanggal 22 Agustus 2008, warga sipil Afghanistan yang berkumpul di sebuah desa kecil untuk upacara peringatan seorang pemimpin milisi dibunuh oleh serangan udara oleh tentara AS dan Afghanistan, yang sedang melakukan operasi di daerah tersebut untuk mengejar komandan Taliban Mullah Siddiq, menurut Waktu New York.

Perkiraan korban dalam serangan udara tersebut sangat bervariasi antara 30 dan 90 orang, menurut laporan yang saling bertentangan dari pasukan Amerika, pekerja bantuan, penduduk desa setempat, dan laporan yang dibuat oleh pemerintah Afghanistan.

Pentagon menggambarkan serangan itu sebagai "serangan sah terhadap Taliban" dan mempertanyakan perkiraan jumlah korban yang diberikan oleh pemerintah Afghanistan dan dilaporkan oleh media. Militer AS pada awalnya menyangkal adanya korban sipil, namun kemudian mengakui setelah beredarnya video ponsel bahwa beberapa warga sipil mungkin telah terbunuh, dan mengumumkan bahwa mereka akan menyelidiki insiden tersebut.

Pada tahun 2009, Mohammad Nader, seorang warga desa dari Azizabad, dijatuhi hukuman mati karena memberikan informasi yang salah kepada tentara tentang lokasi Siddiq, Daily Telegraph melaporkan.

“Anda, Mohammad Nader, dijatuhi hukuman mati karena memata-matai pasukan asing dan memberikan informasi salah yang menyebabkan kematian warga sipil,” kata hakim Qazi Mukaram, menurut Telegraph.

“AS masih perlu mengubah kebijakan dan praktik serangan udaranya untuk mengakhiri serangkaian serangan yang telah menyebabkan begitu banyak korban jiwa warga sipil,” kata Brian Adams, kepala divisi Asia Human Rights Watch, yang meluncurkan penyelidikannya sendiri terhadap serangan tersebut. serangan. “Jika tidak, rencana kedatangan 20-30.000 tentara tambahan di Afghanistan dapat menyebabkan kematian warga sipil yang lebih besar, bukan lebih sedikit.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Ekstrem! Pasangan Ini...
Ekstrem! Pasangan Ini Panjat Ujung Antena Empire State Building New York untuk Lamaran
Rekomendasi
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Larangan dan Sanksi...
Larangan dan Sanksi MPLS 2026, Atribut Tidak Relevan hingga Pungutan Biaya Dilarang
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Berita Terkini
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved