Israel Habisi Para Jenderal Iran di Suriah Picu Olok-olokan, Peran S-400 Rusia Dipertanyakan
Senin, 22 Januari 2024 - 11:58 WIB
loading...
A
A
A
Daftar tersebut mungkin mengabaikan orang-orang kelas menengah karena ini hanya berkaitan dengan tujuh serangan sementara Israel dilaporkan telah melancarkan sekitar 600 serangan udara sejak April 2017.
Meningkatnya korban jiwa di kalangan anggota IRGC juga menimbulkan spekulasi bahwa Israel mungkin telah diberi tahu tentang keberadaan target tersebut oleh Rusia.
Situs web Centrist Aftab News di Teheran memuat artikel pada hari Minggu—berjudul “The coordination between Israel and Russia in Syria is not very hidden [Koordinasi antara Israel dan Rusia di Suriah tidak terlalu tersembunyi]”—mengutip beberapa pejabat dan aktivis Iran yang menyebutkan dugaan koordinasi tersebut.
Anggota Parlemen Iran Mohammad Esmail Kowsari, yang merupakan mantan komandan IRGC, mengatakan: “Mata-mata di Damaskus harus ditangkap.”
Berbicara kepada Presiden Ebrahim Raisi, jurnalis Alireza Mostafa mengatakan: “Tolong tanyakan kepada Presiden Vladimir Putin mengapa sistem pertahanan udara S-400 Rusia tidak pernah diaktifkan di Suriah untuk melindungi kepentingan Iran? Bukankah Rusia adalah sekutu strategis Iran?”
Menurut komentator konservatif Sadegh Hosseini, “Sejak meningkatnya dan terkonsolidasinya kehadiran Rusia di Suriah, kita telah menyaksikan peningkatan serangan udara Israel terhadap pasukan Iran. Pembunuhan baru-baru ini di Suriah menggarisbawahi perlunya penilaian ulang terhadap hubungan Iran-Rusia di Suriah.”
Peran Sistem Rudal S-400 Rusia Dipertanyakan
Meningkatnya korban jiwa di kalangan anggota IRGC juga menimbulkan spekulasi bahwa Israel mungkin telah diberi tahu tentang keberadaan target tersebut oleh Rusia.
Situs web Centrist Aftab News di Teheran memuat artikel pada hari Minggu—berjudul “The coordination between Israel and Russia in Syria is not very hidden [Koordinasi antara Israel dan Rusia di Suriah tidak terlalu tersembunyi]”—mengutip beberapa pejabat dan aktivis Iran yang menyebutkan dugaan koordinasi tersebut.
Anggota Parlemen Iran Mohammad Esmail Kowsari, yang merupakan mantan komandan IRGC, mengatakan: “Mata-mata di Damaskus harus ditangkap.”
Berbicara kepada Presiden Ebrahim Raisi, jurnalis Alireza Mostafa mengatakan: “Tolong tanyakan kepada Presiden Vladimir Putin mengapa sistem pertahanan udara S-400 Rusia tidak pernah diaktifkan di Suriah untuk melindungi kepentingan Iran? Bukankah Rusia adalah sekutu strategis Iran?”
Menurut komentator konservatif Sadegh Hosseini, “Sejak meningkatnya dan terkonsolidasinya kehadiran Rusia di Suriah, kita telah menyaksikan peningkatan serangan udara Israel terhadap pasukan Iran. Pembunuhan baru-baru ini di Suriah menggarisbawahi perlunya penilaian ulang terhadap hubungan Iran-Rusia di Suriah.”
(mas)
Lihat Juga :