PM Israel Netanyahu Ngotot Menentang Pembentukan Negara Palestina, Ingin Kontrol Gaza
Minggu, 21 Januari 2024 - 12:51 WIB
loading...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras menentang pendirikan Negara Palestina yang merdeka. Sebaliknya, dia ingin mengontrol wilayah Jalur Gaza. Foto/REUTERS
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu kembali menyuarakan penentangannya atas upaya pembentukan Negara Palestina yang didukung Amerika Serikat (AS) dan banyak negara lainnya. Dia bahkan ingin mengontol keamanan atas Jalur Gaza.
Selama akhir pekan, Netanyahu berdebat secara terbuka—meskipun secara tidak langsung—dengan Presiden AS Joe Biden, yang selama berbulan-bulan telah menawarkan dukungan hampir tanpa syarat kepada Israel untuk perangnya melawan Hamas di Gaza, dengan dampak politik yang besar bagi pemerintahannya sendiri, baik di Amerika maupun di luar negeri.
Kantor PM Netanyahu mengeklaim bahwa dalam panggilan telepon dengan Biden, pemimpin Israel tersebut mengatakan kepada presiden AS bahwa kebutuhan keamanan negaranya tidak memberikan ruang bagi terciptanya Negara Palestina yang berdaulat.
Baca Juga: PM Israel Netanyahu Melawan Seruan AS soal Pembentukan Negara Palestina
“Dalam percakapannya dengan Presiden Biden, Perdana Menteri Netanyahu menegaskan kembali kebijakannya bahwa, setelah Hamas dihancurkan, Israel harus mempertahankan kendali keamanan atas Gaza untuk memastikan bahwa Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel, sebuah persyaratan yang bertentangan dengan tuntutan kedaulatan Palestina,” kata kantor tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip The Guardian, Minggu (21/1/2024).
Pernyataan tersebut merupakan serangan terselubung terhadap Biden, yang beberapa jam sebelumnya mengatakan bahwa percakapan yang sama membuatnya yakin bahwa kemerdekaan Palestina dapat diwujudkan ketika Netanyahu berkuasa.
Kedua pemimpin tersebut berbicara untuk pertama kalinya dalam hampir sebulan setelah Netanyahu membuat khawatir sekutunya dengan mengesampingkan pembentukan Negara Palestina merdeka dalam konferensi pers.
Selama akhir pekan, Netanyahu berdebat secara terbuka—meskipun secara tidak langsung—dengan Presiden AS Joe Biden, yang selama berbulan-bulan telah menawarkan dukungan hampir tanpa syarat kepada Israel untuk perangnya melawan Hamas di Gaza, dengan dampak politik yang besar bagi pemerintahannya sendiri, baik di Amerika maupun di luar negeri.
Kantor PM Netanyahu mengeklaim bahwa dalam panggilan telepon dengan Biden, pemimpin Israel tersebut mengatakan kepada presiden AS bahwa kebutuhan keamanan negaranya tidak memberikan ruang bagi terciptanya Negara Palestina yang berdaulat.
Baca Juga: PM Israel Netanyahu Melawan Seruan AS soal Pembentukan Negara Palestina
“Dalam percakapannya dengan Presiden Biden, Perdana Menteri Netanyahu menegaskan kembali kebijakannya bahwa, setelah Hamas dihancurkan, Israel harus mempertahankan kendali keamanan atas Gaza untuk memastikan bahwa Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel, sebuah persyaratan yang bertentangan dengan tuntutan kedaulatan Palestina,” kata kantor tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip The Guardian, Minggu (21/1/2024).
Pernyataan tersebut merupakan serangan terselubung terhadap Biden, yang beberapa jam sebelumnya mengatakan bahwa percakapan yang sama membuatnya yakin bahwa kemerdekaan Palestina dapat diwujudkan ketika Netanyahu berkuasa.
Kedua pemimpin tersebut berbicara untuk pertama kalinya dalam hampir sebulan setelah Netanyahu membuat khawatir sekutunya dengan mengesampingkan pembentukan Negara Palestina merdeka dalam konferensi pers.
Lihat Juga :