Amerika Uji Terbang Bom Gravitasi Nuklir B61-12

Kamis, 03 Mei 2018 - 07:01 WIB
Amerika Uji Terbang...
Amerika Uji Terbang Bom Gravitasi Nuklir B61-12
A A A
WASHINGTON - Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) telah melakukan beberapa kali uji coba penerbangan dari bom gravitasi nuklir yang dipandu, B61-12. Uji coba itu bertujuan untuk membuat senjata tersebut menjadi tiga kali lebih akurat dari pendahulunya.

Wakil Kepala Staf untuk Pencegahan Strategis dan Integrasi Nuklir Angkatan Udara AS, Letnan Jenderal Jack Weinstein mengakui puluhan uji coba senjata tersebut.

"Kami sudah melakukan 26 tes teknik, pengembangan dan penerbangan," kata Weinstein. "Programnya berjalan sangat baik," ujarnya.

Program modifikasi B61-12, yang telah bekerja selama setidaknya tujuh tahun, dijadwalkan untuk dibawa oleh pesawat B-2 Spirit, serta pesawat B-21 Long Range Strategic Bomber yang akan datang, yang dikenal sebagai Raider.

Weinstein tidak mengatakan platform mana yang telah melakukan pengujian terbaru, tetapi kantor program gabungan F-35 Lightning II telah bekerja untuk mengintegrasikan modifikasi terbaru ke dalam berbagai persenjataannya. Integrasi itu dijadwalkan akan dilakukan sekitar tahun 2020-an.

Dokumen Nuclear Posture Review (NPR) Pentagon baru-baru ini tidak hanya menyerukan peningkatan kemampuan senjata nuklir tetapi juga menekankan kebutuhan penting untuk memodernisasi senjata saat ini, seperti rudal jelajah dan rudal balistik antarbenua, sebagai bagian dari triad nuklir.

Triad ini terdiri dari rudal balistik antarbenua (ICBM), pembom strategis, dan rudal balistik kapal selam (SLBM).

"Ketika saya mengatakan 'pesawat berkemampuan ganda,' saya harus benar-benar spesifik," katanya. "Pesawat berkemampuan ganda disebut B-52 dan B-2, itu konvensional dan nuklir. Itu juga berarti F-16 dan Strike Eagle, dan pesawat lain yang terbang dari NATO," ujarnya seperti dikutip Military, Kamis (3/5/2018).

Jet tempur generasi kelima F-35 telah dirancang dengan persyaratan untuk membawa muatan senjata nuklir. Pada 2015, F-35 terbang dengan B61-12 untuk mengukur getarannya.
(mas)
Berita Terkait
3 Orang Berpengaruh...
3 Orang Berpengaruh Rusia Lulusan Amerika Serikat
Senjata Amerika Serikat...
Senjata Amerika Serikat Sudah Ada di Lapangan Tembak Ukraina
10 Negara Sahabat Amerika...
10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
Putin Bongkar Masalah...
Putin Bongkar Masalah Utama Rusia dengan Amerika Serikat
Biden Galang Dukungan...
Biden Galang Dukungan G7 dan NATO, China: Amerika Serikat Sakit!
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang Jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO, Siapa Saja?
Berita Terkini
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
1 jam yang lalu
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
1 jam yang lalu
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
2 jam yang lalu
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
3 jam yang lalu
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
4 jam yang lalu
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
5 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved