Militer AS: Ada Serangan Laser di Dekat Pangkalan China di Djibouti

Sabtu, 28 April 2018 - 15:05 WIB
Militer AS: Ada Serangan...
Militer AS: Ada Serangan Laser di Dekat Pangkalan China di Djibouti
A A A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) merilis peringatan untuk para pilot pesawat bahwa ada serangan laser berkekuatan tinggi di dekat pangkalan militer China di Djibouti. Para pilot yang menerbangkan pesawat di sekitar wilayah udara tersebut diminta waspada.

Notice to airmen (NOTAM) atau pemberitahuan untuk penerbang pesawat telah diterbitkan di situs Federal Aviation Administration sejak 14 April 2018. Waktu peringatan, menurut pengumuman itu, berakhir pada 14 Juni 2018.

"Ada beberapa peristiwa lazing yang melibatkan laser berkekuatan tinggi di sekitar N1135.70 E04303.14," bunyi NOTAM tersebut, seperti dikutip dari IHS Jane, Sabtu (28/4/2018).

"Gunakan kewaspadaan ekstrem saat transit di dekat area ini," lanjut peringatan tersebut.

Koordinat yang disebutkan itu merupakan sebuah lokasi di atas laut yang berjarak 750 meter dari pangkalan militer baru China di Djibouti. Belum jelas sumber serangan laser tersebut.

Sekadar diketahui, China telah memproduksi laser dazzlers sebelum menandatangani Protokol Senjata Laser Pembuta.

Beberapa sumber intelijen melaporkan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China dicurigai mengoperasikan senjata berkekuatan tinggi itu di pangkalan atau di kapal militernya di lepas pantai.

Penggunaan laser untuk pembuta pilot telah meningkat selama bertahun-tahun. Laporan ini mengingatkan kembali momen Perang Dingin ketika pilot Angkatan Laut AS secara berkala diserang oleh laser yang berasal dari kapal angkatan laut dan kapal mata-mata Soviet.

Federal Aviation Administration menyebut aktivitas laser di Djibouti tidak sah. Pemerintah maupun militer China belum berkomentar atas laporan adanya serangan laser di dekat pangkalan militernya.

Djibouti berlokasi strategis di Tanduk Afrika. Militer AS juga mempertahankan basis militernya, di kawasan itu yang dikenal sebagai Camp Lemonnier. Tokyo dan Roma juga memiliki basis militer di Djibouti. Sedangkan Perancis menjadi tuan rumah pasukan Spanyol dan Jerman di pangkalannya sendiri di sana.
(mas)
Berita Terkait
Presiden Taiwan Terbang...
Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Inilah Perbandingan...
Inilah Perbandingan Kekuatan Militer China vs Amerika Serikat
Dijegal Amerika Serikat,...
Dijegal Amerika Serikat, Mobil Listrik China Semakin Banting Harga
Media China Sindir Kerusuhan...
Media China Sindir Kerusuhan di Amerika Serikat
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
10 menit yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
58 menit yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
1 jam yang lalu
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
1 jam yang lalu
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
2 jam yang lalu
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
4 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved