10 Negara Terlibat Serangan AS dan Inggris di Yaman, Siapa Saja?
Sabtu, 13 Januari 2024 - 08:45 WIB
loading...
Ledakan terlihat akibat serangan AS dan Inggris di Yaman. Foto/X/@ftvhope
A
A
A
WASHINGTON - Gedung Putih mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebut 10 negara yang terlibat dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Inggris di Yaman. Siapa saja mereka?
Dalam penjelasannya, Gedung Putih menyebut pernyataan bersama dari pemerintah Australia, Bahrain, Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Korea Selatan (Korsel), Inggris, dan Amerika Serikat yang mengatakan mereka “tidak akan ragu untuk membela nyawa dan melindungi arus bebas perdagangan di salah satu jalur perairan paling kritis di dunia”.
“Menanggapi berlanjutnya serangan Houthi yang ilegal, berbahaya, dan mengganggu stabilitas terhadap kapal-kapal, termasuk pelayaran komersial, yang transit di Laut Merah, angkatan bersenjata Amerika Serikat dan Inggris, dengan dukungan dari Belanda, Kanada, Bahrain, dan Australia, melakukan serangan gabungan sesuai dengan hak yang melekat pada pertahanan diri individu dan kolektif, sesuai dengan Piagam PBB, terhadap sejumlah sasaran di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi,” ungkap pernyataan Gedung Putih.
Gedung Putih menambahkan, “Serangan presisi ini dimaksudkan untuk mengganggu dan menurunkan kemampuan yang digunakan Houthi untuk mengancam perdagangan global dan kehidupan pelaut internasional di salah satu jalur perairan paling penting di dunia.”
Selanjutnya dikatakan, “Tindakan hari ini menunjukkan komitmen bersama terhadap kebebasan navigasi, perdagangan internasional, dan membela kehidupan pelaut dari serangan ilegal dan tidak dapat dibenarkan.”
Baca juga: Biden Surati Kongres AS, Jelaskan Alasannya Serang Houthi Yaman
Pernyataan tersebut diakhiri dengan menegaskan, “Tujuannya tetap untuk meredakan ketegangan, namun negara-negara yang bersatu juga akan melindungi kehidupan dan arus bebas perdagangan.”
Dalam penjelasannya, Gedung Putih menyebut pernyataan bersama dari pemerintah Australia, Bahrain, Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Korea Selatan (Korsel), Inggris, dan Amerika Serikat yang mengatakan mereka “tidak akan ragu untuk membela nyawa dan melindungi arus bebas perdagangan di salah satu jalur perairan paling kritis di dunia”.
“Menanggapi berlanjutnya serangan Houthi yang ilegal, berbahaya, dan mengganggu stabilitas terhadap kapal-kapal, termasuk pelayaran komersial, yang transit di Laut Merah, angkatan bersenjata Amerika Serikat dan Inggris, dengan dukungan dari Belanda, Kanada, Bahrain, dan Australia, melakukan serangan gabungan sesuai dengan hak yang melekat pada pertahanan diri individu dan kolektif, sesuai dengan Piagam PBB, terhadap sejumlah sasaran di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi,” ungkap pernyataan Gedung Putih.
Gedung Putih menambahkan, “Serangan presisi ini dimaksudkan untuk mengganggu dan menurunkan kemampuan yang digunakan Houthi untuk mengancam perdagangan global dan kehidupan pelaut internasional di salah satu jalur perairan paling penting di dunia.”
Selanjutnya dikatakan, “Tindakan hari ini menunjukkan komitmen bersama terhadap kebebasan navigasi, perdagangan internasional, dan membela kehidupan pelaut dari serangan ilegal dan tidak dapat dibenarkan.”
Baca juga: Biden Surati Kongres AS, Jelaskan Alasannya Serang Houthi Yaman
Pernyataan tersebut diakhiri dengan menegaskan, “Tujuannya tetap untuk meredakan ketegangan, namun negara-negara yang bersatu juga akan melindungi kehidupan dan arus bebas perdagangan.”
Lihat Juga :