AS Kerahkan Kapal Induk dan 7 Kapal Perang ke Timur Tengah

Rabu, 11 April 2018 - 07:50 WIB
AS Kerahkan Kapal Induk...
AS Kerahkan Kapal Induk dan 7 Kapal Perang ke Timur Tengah
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sedang mengerahkan kapal induk USS Harry S. Truman lengkap dengan tujuh kapal perang untuk sebuah misi ke Timur Tengah dan Eropa. Armada kapal induk tersebut mulai bergerak ke perairan Timur Tengah hari Rabu (11/4/2018).

Pengerahan kapal induk itu diumumkan Angkatan Laut AS. Langkah militer Washington ini hanya berselang sehari setelah Presiden Donald Trump mengancam akan bertindak terhadap rezim Suriah termasuk dengan opsi militer.

Ancaman Trump sebagai respons atas dugaan serangan senjata kimia di Douma, di mana rezim Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad sebagai pihak yang disalahkan. Dugaan serangan senjata kimia jenis gas klorin itu dilaporkan menewaskan puluhan warga sipil.

Baca: Kapal Perang AS Dilaporkan Menuju Suriah usai Ancaman Trump

Kapal induk USS Harry S Truman dengan tujuh kapal perang membawa sekitar 6.500 pelaut. Mengutip laporan Military.com, armada kapal induk tersebut melakukan pelayaran bersama kapal frigat Jerman, FGS Hessen.

Armada USS Harry S Truman rencananya akan menggantikan armada kapal induk USS Theodore Roosevelt yang baru saja menyelesaikan misi empat bulannya di Timur Tengah.

Sekadara diketahui, USS Harry Truman berlayar dari Norfolk bersama dengan tujuh kapal perang yang masing-masing dipersenjatai puluhan rudal jelajah. Kapal induk Truman pernah meluncurkan jet-jet tempur untuk menyerang ISIS dari Mediterania pada tahun 2016.

Baca juga: Eurocontrol: Dalam 72 Jam Mungkin Ada Serangan Rudal ke Suriah

Sebelumnya, kapal perang USS Donald Cook telah meninggalkan Siprus dan bergerak ke Mediterania timur. Kapal perang Arleigh Burke-class ini membawa 60 rudal jelajah Tomahawk.

Belum jelas apakah armada kapal induk Truman akan menyerang Suriah atau tidak. Namun, Presiden Donald Trump telah membuat ancaman militer terhadap rezim Suriah. "Kami memiliki banyak opsi militer, dan kami akan segera memberi tahu Anda," kata Trump kepada wartawan, hari Senin lalu.

Suriah dan sekutunya, Rusia, membantah bahwa rezim Assad melakukan serangan senjata kimia di Douma. Pasukan kedua negara itu bahkan telah memeriksa area Douma dan tidak menemukan jejak racun kimia.

Militer Rusia menuduh serangan kimia dibuat oleh LSM White Helmets dan kelompok Jaish al-Islam yang didukung Barat. Tujuannya untuk memfitnah rezim Assad sebagai dalih agar rezim tersebut diserang negara-negara Barat.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Berita Terkini
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
25 menit yang lalu
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
1 jam yang lalu
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
2 jam yang lalu
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
2 jam yang lalu
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
3 jam yang lalu
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
3 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved