Ukraina Kehilangan 500.000 Tentara selama Perang Melawan Rusia

Senin, 08 Januari 2024 - 21:40 WIB
loading...
A A A
Menurut Lutsenko, “kejutan” ini akan menyebabkan antrian besar di kantor perekrutan, seperti yang terjadi pada Februari 2022. Langkah penting lainnya, menurut mantan pejabat tersebut, adalah kampanye untuk mengirim anggota elit Ukraina ke garis depan.

Baca Juga: Menteri Luar Negeri Italia Serukan Pembentukan Tentara Uni Eropa

“Tentara tidak boleh semuanya buruh dan tani. Setiap orang harus berjuang untuk Ukraina,” katanya, dengan alasan bahwa hal ini akan mendorong warga negara biasa yang menurutnya memiliki rasa keadilan yang sangat kuat.

Zelensky mengatakan pada bulan Desember bahwa militer Ukraina telah memintanya untuk mengerahkan 450.000 atau 500.000 tentara lagi untuk mengganti kerugian di medan perang. Pada bulan yang sama, pemerintah memperkenalkan rancangan undang-undang mobilisasi yang mengusulkan untuk menurunkan usia perekrutan dari 27 menjadi 25 tahun dan menghilangkan pengecualian untuk beberapa kategori penyandang disabilitas.

Inisiatif ini muncul setelah Ukraina melancarkan serangan balasan besar-besaran pada awal Juni, yang gagal mencapai kekuatan yang signifikan. Moskow menggambarkan kerugian yang dialami Kiev sebagai bencana besar dan memperkirakan jumlah korban jiwa mencapai 160.000 orang sejak dimulainya upaya tersebut. Namun Ukraina enggan mempublikasikan secara resmi data mengenai korban jiwa di negara tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Bak Film Twilight Saga,...
Bak Film Twilight Saga, Ini Penyebab Langit Kanada Berubah Jadi Oranye
Rekomendasi
Trump Semprot Tuchel:...
Trump Semprot Tuchel: Kane Kok Jadi Bek?
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
Berita Terkini
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved