Thermo Fisher Berhenti Jual Peralatan DNA di Tibet Terkait Dugaan Pelanggaran HAM

Senin, 08 Januari 2024 - 17:18 WIB
loading...
A A A

Modernisasi China


Yves Moreau, seorang profesor teknik di Universitas Leuven di Belgia, yang berfokus pada analisis DNA, mengatakan: "Penganiayaan terhadap orang Tibet dan penguasaan dataran tinggi Tibet bergantung pada sistem otoritarianisme digital berteknologi tinggi. Database DNA adalah sebuah bagian dari arsitektur pengawasan total. Dengan menjual produknya kepada keamanan publik Tibet, Thermo Fisher membantu dan bersekongkol dalam pelanggaran tersebut."

Bisnis Thermo Fisher di China mendapat sorotan khusus karena kepala eksekutif perusahaan, Marc Casper, juga mengetuai Dewan Bisnis AS-China. Pada November lalu, dia mengadakan jamuan makan malam senilai USD40.000 per meja untuk menyambut Presiden China Xi Jinping di San Francisco.

Saat makan malam, Casper mengatakan bahwa perusahaan seperti Thermo Fisher "telah berada di garis depan modernisasi China" dan mengutip fakta bahwa "sebagian besar" karyawan perusahaan tersebut berada di AS dan China.

“Peran Casper di dewan tersebut menghancurkan segala ketidaktahuan yang diklaim (Thermo Fisher), terutama setelah perusahaan tersebut menarik diri dari wilayah Uighur di tahun 2019," kata John Jones, kepala kampanye Free Tibet.

Pada 2022, Thermo Fisher menghasilkan pendapatan sebesar USD3,8 miliar di China, naik dari USD3,4 miliar pada tahun sebelumnya. China adalah pasar terbesar Thermo Fisher di luar AS.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
Dunia Diam saat Gaza...
Dunia Diam saat Gaza Menderita Pelanggaran HAM Paling Keji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved