3 Negara Koalisi AS yang Mundur dari Koalisi Laut Merah

Senin, 08 Januari 2024 - 15:23 WIB
loading...
3 Negara Koalisi AS...
Koalisi Laut Merah mengalami banyak kemunduran. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Dalam kemunduran besar terhadap satuan tugas maritim pimpinan Amerika Serikat (AS) di Laut Merah untuk melindungi jalur kapal dagang milik Israel . Tapi, Prancis, Spanyol, dan Italia telah secara resmi menarik partisipasi mereka dari aliansi tersebut.

Ketiga negara tersebut secara eksplisit menyatakan komitmen mereka untuk beroperasi secara eksklusif di bawah komando badan-badan internasional seperti PBB, NATO, atau Uni Eropa, dan memilih untuk tidak beraliansi dengan Amerika Serikat.

3 Negara Koalisi AS yang Mundur dari Koalisi Laut Merah

1. Prancis

3 Negara Koalisi AS yang Mundur dari Koalisi Laut Merah

Foto/Reuters

Melansir Nour News, Kementerian Pertahanan Prancis mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mendukung upaya untuk menjamin kebebasan navigasi di Laut Merah dan wilayah sekitarnya, dan mengatakan bahwa pihaknya sudah beroperasi di wilayah tersebut.

Namun, mereka mengatakan kapal-kapalnya akan tetap berada di bawah komando Prancis dan tidak mengatakan apakah mereka akan mengerahkan lebih banyak pasukan angkatan laut.

Baca Juga: Bagaimana Mossad Melakukan Pembunuhan terhadap Pemimpin Hamas?

2. Italia

3 Negara Koalisi AS yang Mundur dari Koalisi Laut Merah

Foto/Reuters

Melansir Nour News, Kementerian Pertahanan Italia juga mengatakan akan mengirim fregat angkatan laut Virginio Fasan ke Laut Merah untuk melindungi kepentingan nasionalnya sebagai tanggapan atas permintaan khusus yang dibuat oleh pemilik kapal Italia.

Dikatakan bahwa ini adalah bagian dari operasi yang ada, dan bukan bagian dari koalisi angkatan laut pimpinan Amerika di jalur perairan tersebut.

3. Spanyol

3 Negara Koalisi AS yang Mundur dari Koalisi Laut Merah

Foto/Reuters

Melansir Nour News, Kementerian Pertahanan Spanyol mengatakan pihaknya hanya akan berpartisipasi dalam misi yang dipimpin NATO atau operasi yang dikoordinasikan oleh UE.

“Kami tidak akan berpartisipasi secara sepihak dalam operasi Laut Merah,” tegas Kementerian Spanyol.

Padahal, sebelumnya Pentagon mengatakan lebih dari 20 negara kini telah setuju untuk berpartisipasi dalam tugas maritim pimpinan AS di Laut Merah, yang dikenal sebagai Operasi Penjaga Kemakmuran.

Kurangnya rincian dan kejelasan mengenai apa yang dilakukan negara-negara tersebut telah menambah kebingungan bagi perusahaan-perusahaan pelayaran, beberapa di antaranya telah mengalihkan rute kapal-kapal mereka menjauh dari wilayah tersebut, di tengah banyaknya serangan pesawat tak berawak dan rudal di Laut Merah yang dilakukan oleh pasukan Yaman sebagai pembalasan. untuk perang Israel di Gaza.

Kepala Pentagon Lloyd Austin mengumumkan pembentukan koalisi – termasuk Bahrain, Kanada, Prancis, Italia, Belanda, Norwegia, Seychelles, Spanyol dan Inggris.

Namun, Austin mengatakan Yunani dan Australia juga telah bergabung dalam kelompok tersebut, sehingga totalnya berjumlah 20 negara, namun menambahkan bahwa setidaknya delapan negara yang ikut serta menolak untuk disebutkan namanya secara publik.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved