Bagaimana Mossad Melakukan Pembunuhan terhadap Pemimpin Hamas?

Minggu, 07 Januari 2024 - 20:20 WIB
loading...
A A A
Proses peninjauan multi-lembaga, yang sebagian besar dilakukan oleh pengacara di departemen kehakiman, Gedung Putih, dan CIA, harus dilakukan sebelum presiden membubuhkan tanda tangannya pada Presidential Finding Authorization.

Diperkirakan Barack Obama, sebagai presiden AS, mengizinkan sekitar 353 operasi pembunuhan yang ditargetkan, terutama dalam bentuk serangan pesawat tak berawak.

Pendahulunya, George W Bush, mengizinkan sekitar 48 operasi pembunuhan yang ditargetkan.

5. Proses Hukum

Bagaimana Mossad Melakukan Pembunuhan terhadap Pemimpin Hamas?

Foto/Reuters

Seorang mantan pejabat senior CIA mengatakan kepada Al Jazeera dengan syarat anonimitas bahwa “CIA melakukannya tidak memutuskan siapa yang akan dibunuh”.

“Proses hukum membuat sangat sulit bagi CIA untuk membunuh seseorang hanya karena CIA menganggapnya orang jahat,” ujarnya, dilansir Al Jazeera.

Sebagian besar operasi pembunuhan yang ditargetkan CIA melibatkan serangan pesawat tak berawak dan didasarkan pada izin presiden.

Berbicara kepada Al Jazeera, Robert Baer, mantan perwira operasi CIA, mengatakan: “Gedung Putih harus menandatangani setiap operasi pembunuhan yang ditargetkan, terutama jika itu adalah target yang bernilai tinggi.

“Akan tetapi, kasusnya berbeda jika operasi dilakukan di medan perang atau selama perang seperti di Afghanistan atau Irak, yang mana petugas lapangan memiliki lebih banyak ruang hukum untuk melakukan pembunuhan yang ditargetkan.”

Di Mossad, legalitas pembunuhan terhadap target apa pun jauh lebih liberal dan tidak melibatkan batasan hukum serupa dengan yang diterapkan oleh CIA, menurut sumber yang mengetahui proses tersebut.

“Ini adalah bagian dari kebijakan nasional mereka,” kata Baer, mengacu pada kebijakan pembunuhan yang ditargetkan oleh Israel.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
AS Diperkirakan Akan...
AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Bersumpah Balas Dendam Pembunuhan Ali Khamenei
AS kembali Serang Iran,...
AS kembali Serang Iran, Teheran Hujani Qatar hingga UEA dengan Rudal dan Drone
Rekomendasi
Komjak Bakal Awasi Penanganan...
Komjak Bakal Awasi Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Gaet Pembeli Muda, Fiat...
Gaet Pembeli Muda, Fiat Siap Hidupkan Lagi Abarth Topolino
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Infografis
Pemimpin Hamas Yahya...
Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Diklaim Tewas oleh Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved