CEO McDonald's Akui Ada Dampak Bisnis Berarti akibat Seruan Boikot Terkait Israel
Minggu, 07 Januari 2024 - 01:01 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai tanggapannya, gerakan Boikot, Divestasi, Sanksi (BDS), organisasi pro-Palestina yang didirikan pada 2005, mendesak masyarakat memboikot McDonald’s pada bulan November, dengan menyatakan para pewaralaba “secara terbuka mendukung” militer Israel.
“Alih-alih menekan perusahaan induknya, McDonald’s Corporation, untuk mengakhiri perjanjian waralaba yang memalukan di Israel, McDonald’s Malaysia dan pemiliknya di Arab Saudi justru berusaha mati-matian membungkam suara solidaritas damai terhadap perjuangan pembebasan Palestina di Malaysia,” ungkap kelompok tersebut.
“Kita tidak bisa membiarkan ini berlalu begitu saja. Mari kita tunjukkan kepada McDonald’s apa dampak boikot akar rumput,” tegas kelompok itu.
Postingan CEO McDonald’s ini muncul setelah McDonald’s Malaysia memulai tindakan hukum terhadap salah satu cabang gerakan BDS awal pekan ini, dengan tuduhan menyebarkan “pernyataan palsu dan memfitnah” terkait Gaza, yang menurut perusahaan tersebut telah berdampak negatif terhadap bisnisnya.
Menurut Reuters, Malaysia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, telah menyaksikan McDonald's Malaysia menuntut ganti rugi melebihi USD1 juta.
“Alih-alih menekan perusahaan induknya, McDonald’s Corporation, untuk mengakhiri perjanjian waralaba yang memalukan di Israel, McDonald’s Malaysia dan pemiliknya di Arab Saudi justru berusaha mati-matian membungkam suara solidaritas damai terhadap perjuangan pembebasan Palestina di Malaysia,” ungkap kelompok tersebut.
“Kita tidak bisa membiarkan ini berlalu begitu saja. Mari kita tunjukkan kepada McDonald’s apa dampak boikot akar rumput,” tegas kelompok itu.
Postingan CEO McDonald’s ini muncul setelah McDonald’s Malaysia memulai tindakan hukum terhadap salah satu cabang gerakan BDS awal pekan ini, dengan tuduhan menyebarkan “pernyataan palsu dan memfitnah” terkait Gaza, yang menurut perusahaan tersebut telah berdampak negatif terhadap bisnisnya.
Menurut Reuters, Malaysia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, telah menyaksikan McDonald's Malaysia menuntut ganti rugi melebihi USD1 juta.
(sya)
Lihat Juga :