Jika AS Gagalkan Proyek Nuklir di Saudi, Rusia dan China Masuk

Minggu, 25 Maret 2018 - 06:31 WIB
Jika AS Gagalkan Proyek...
Jika AS Gagalkan Proyek Nuklir di Saudi, Rusia dan China Masuk
A A A
WASHINGTON - Kegagalan Amerika Serikat (AS) untuk membangun reaktor nuklir di Arab Saudi akan memungkinkan Rusia dan China masuk untuk menggantikan Washington. Demikian peringatan Menteri Energi AS Rick Perry kepada parlemen.

Administrasi Donald Trump sedang bernegosiasi dengan pemerintah Saudi terkait proyek pembangunan 16 reaktor baru di kerajaan tersebut.

Perry, yang paparan di depan Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, ditanya tentang laporan bahwa Washington sedang mempertimbangkan perjanjian pembagian teknologi nuklir yang tidak akan melarang Saudi memperkaya bahan bakar nuklir untuk senjata.

”Saya pikir sangat penting untuk melihat masing-masing perjanjian ini bukan dalam ruang hampa,” kata Perry, tanpa membenarkan apakah AS sedang mempertimbangkan kesepakatan seperti itu atau tidak.

”Saya selalu mengingatkan orang bahwa alternatifnya tidak baik—jika Rusia, China yang akan dipilih untuk menjalankan proyek nuklir sipil di Kerajaan Arab Saudi—tidak akan ada pengawasan,” ujar Perry, seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (25/3/2018).

Jika AS menyanggupi, tawaran proyek nuklir dari Riyadh itu juga akan menguntungkan Westinghouse Electric Co., Exelon Corp dan perusahaan-perusahaan AS lainnya yang sedang lesu.

Bloomberg pertama kali melaporkan Gedung Putih sedang mempertimbangkan perjanjian yang tidak memiliki apa yang disebut sebagai “standar emas” yang disetujui oleh Uni Emirat Arab. Perjanjian itu melarang pengayaan dan pengolahan kembali bahan bakar nuklir dan limbahnya.

Perry mengatakan kepada para senator bahwa kesepakatan AS dengan Saudi tidak hanya akan melibatkan pekerja dan teknologi Amerika tetapi juga memberikan pengawasan oleh Badan Energi Atom Internasional.

Kesepakatan dengan Saudi itu telah dikritik oleh anggota parlemen berpengaruh AS setelah Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menegaskan bahwa negaranya akan mengembangkan senjata nuklir jika Iran melakukan hal serupa. Hal itu telah memicu lonceng alarm berbahaya.

”Saya pikir bahaya proliferasi begitu besar sehingga kita harus dapat menggunakan semua pengaruh yang kita miliki yang jauh melampaui hanya satu transaksi ini untuk menuntut standar yang sama yang kita terapkan untuk Emirat," kata Senator Jack Reed dari Partai Demokrat.

Dia dan banyak senator lainnya siap menentang kesepakatan nuklir dengan Arab Saudi yang memungkinkan pengayaan uranium.

Sementara itu, dalam sebuah wawancara pada hari Kamis dengan Bloomberg TV , Menteri Energi Saudi, Khalid al-Falih mengatakan negosiasi dengan AS telah “sangat konstruktif”. ”Rekan-rekan kami dari pihak Amerika telah memahami situasi kerajaan,” katanya.

Menurutnya, Kerajaan Saudi akan sepenuhnya mematuhi perjanjian dan peraturan internasional dan program nuklirnya akan tunduk pada inspeksi internasional.

”Kami ingin penyedia teknologi terbaik untuk bersama kami dan AS ada dalam daftar itu," katanya. ”Kami berharap bahwa AS akan bergabung dengan kami dan menjadi bagian dari kompetisi yang akan berlangsung akhir tahun ini dan akan bersama kami untuk jangka panjang.”
(mas)
Berita Terkait
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Saudi dan AS Dorong...
Saudi dan AS Dorong Perpanjangan Embargo Senjata PBB pada Iran
Saudi Nilai Negara Teluk...
Saudi Nilai Negara Teluk Harus Dilibatkan Dalam Pembicaraan AS-Iran
AS Sita Persenjataan...
AS Sita Persenjataan Asal Iran Terkait Serangan ke Saudi
Bos CIA: AS Dibutakan...
Bos CIA: AS Dibutakan Kesepakatan Arab Saudi dan Iran
Berita Terkini
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
1 jam yang lalu
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
2 jam yang lalu
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
3 jam yang lalu
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
4 jam yang lalu
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
8 jam yang lalu
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
10 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved