ISIS Lanjutkan Pelatihan Tentara Anak-anak di Zona Aman

Jum'at, 23 Maret 2018 - 16:14 WIB
ISIS Lanjutkan Pelatihan...
ISIS Lanjutkan Pelatihan Tentara Anak-anak di Zona Aman
A A A
DAMASKUS - Media Arab melaporkan kelompok teroris ISIS telah mengatur kembali dan meluncurkan serangan baru terhadap tentara pemerintah Suriah dalam upaya untuk merebut kembali bekas basisnya di al-Mayadeen dan abu-Kamal. Hal itu dilakukan di dalam zona deeskalasi yang berada di bawah kontrol koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS).

Kantor berita berbahasa Arab, al-Manar, mengutip sumber yang berafiliasi dengan oposisi bersenjata pemerintah Suriah melaporkan bahwa ISIS telah kembali melatih anak-anak untuk operasi mematikan di Provinsi Deir al-Zor. Kelompok ini diduga mendapat perlindungan oleh AS dan Pasukan Demokrat Suriah (SDF). ISIS dilaporkan bersiap untuk menyerang tentara Suriah setelah SDF yang didukung AS menyatakan mengakhiri operasi terhadap kelompok teroris, dan setelah militer AS memperluas kehadirannya di wilayah tersebut.

Seperti dikutip Sputnik dari media Arab, Jumat (23/3/2018), ISIS diduga telah mendirikan pangkalan militer untuk melatih apa yang digambarkan sebagai Calon Singa Khalifah di Deir al-Zor, Suriah. Pusat pelatihan untuk tentara anak-anak diduga didirikan di bawah pengawasan mantan komandan pangkalan ISIS di Raqqa, Abu Mohammed al-Fransi. Kelompok ini dikatakan telah merekrut sejumlah besar anak-anak Suriah dan asing untuk melakukan operasi bunuh diri.

Baru-baru ini, pemerintah Suriah menuduh Washington memberikan dukungan untuk ISIS dan kelompok teroris lainnya di negara itu, termasuk intelijen yang memungkinkan para militan untuk menyerang posisi tentara Suriah. Media pemerintah Suriah, seperti kantor berita SANA, juga berulang kali melaporkan bahwa helikopter AS mengevakuasi ekstrimis ISIS dari beberapa daerah di seberang Deir al-Zor, dengan militan yang terluka diduga dikirim untuk menerima bantuan medis dari dokter Medecins Sans Frontieres.

Menurut Damaskus, kekuatan udara AS konon telah digunakan dalam berbagai kesempatan untuk menyelamatkan para pemimpin teroris dari pembunuhan di tangan tentara pemerintah. AS bahkan melancarkan serangan "tak sengaja" terhadap pasukan Suriah ketika mereka menyerang para teroris.

Koalisi anti ISIS pimpinan AS memulai kampanye di Suriah pada tahun 2014 tanpa mandat PBB atau persetujuan pemerintah negara itu. Damaskus telah berulang kali mengecam serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatannya. Damaskus menegaskan kembali bahwa Washington dan sekutunya tidak pernah diundang ke negara itu oleh pemerintah yang diakui secara internasional Presiden Bashar al-Assad.
(ian)
Berita Terkait
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Serangan AS di Suriah...
Serangan AS di Suriah Tewaskan Pemimpin Senior ISIS
Pasukan AS Tewaskan...
Pasukan AS Tewaskan Dua Pentolan ISIS dalam Serangan di Suriah
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan...
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan Tewas dalam Pertempuran
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
8 jam yang lalu
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
9 jam yang lalu
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
10 jam yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
11 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
12 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved