Laporan Al Jazeera: China Gelar Tur Media untuk Ubah Narasi HAM di Xinjiang

Kamis, 04 Januari 2024 - 16:07 WIB
loading...
A A A

Kejahatan terhadap Kemanusiaan


Kekecewaannya berlanjut ketika dia dan jurnalis lainnya dibawa tuan rumah mereka yang berasal dari China ke salah satu pusat pelatihan kejuruan di luar ibu kota regional Urumqi, menurut laporan Al Jazeera.

Jazexhi juga berkesempatan berinteraksi dengan beberapa warga Uighur dan dengan cepat menjadi jelas bahwa mereka bukanlah "teroris" atau "ekstremis" seperti yang diklaim Beijing.

Dia mengira akan mengungkap kebohongan Barat saat menjalani tur tersebut, namun yang terjadi adalah, dirinya justru menyaksikan penindasan dalam skala besar. "Apa yang saya lihat adalah upaya memberantas Islam dari Xinjiang," ungkap Jazexhi.

Sejak kunjungan Jazexhi, Dewan HAM PBB telah menemukan bahwa pembatasan dan perampasan yang dilakukan China di Xinjiang mungkin merupakan "kejahatan terhadap kemanusiaan”.

Pemerintah AS serta anggota Parlemen di Australia, Kanada, Prancis, dan Inggris telah menyebut perlakuan China terhadap warga Uighur dan Muslim berbahasa Turki lainnya di wilayah tersebut sebagai genosida. Sementara itu, beberapa negara telah memberlakukan pembatasan ekonomi terhadap barang-barang dari Xinjiang sebagai tanggapan atas bukti adanya kerja paksa di wilayah tersebut, lanjut laporan Al Jazeera.

Namun, terlepas dari semua kritik tersebut, Beijing terus mengatur kunjungan—terutama bagi diplomat dan jurnalis dari negara-negara Muslim—ke Xinjiang.

Media China telah melaporkan setidaknya lima tur media serupa yang terjadi pada 2023, dengan kunjungan ke Xinjiang juga diatur untuk diplomat asing dan cendekiawan Islam.

Moiz Farooq, yang merupakan editor eksekutif Daily Ittehad Media Group dan Pakistan Economic Net, mengunjungi Xinjiang pada pertengahan Desember sebagai bagian dari delegasi perwakilan media dari Pakistan.

Seperti Jazexhi di tahun 2019, Farooq juga pergi ke Xinjiang dengan tujuan mengamati sendiri bahwa cerita yang didengarnya tidak benar.

Narasi Xinjiang


Berbeda dengan Jazexhi, Farooq meninggalkan Xinjiang karena terkesan dengan tingkat pembangunan di wilayah tersebut, dan meyakinkan bahwa sebagian besar Muslim setempat menjalani kehidupan bebas.

Farooq tidak percaya bahwa pernyataan dan laporan dari organisasi HAM dan badan-badan PBB yang merinci pelanggaran HAM di Xinjiang adalah benar.

Naz Parveen adalah direktur China Window Institute di Peshawar, Pakistan, dan dia mengikuti tur yang sama dengan Farooq. DIa juga terkesan dengan kemakmuran yang dilihat di Xinjiang.

Menggemakan karakterisasi Beijing mengenai situasi tersebut, Parveen percaya bahwa apa yang disebut sebagai pelanggaran HAM di Xinjiang dapat lebih tepat digambarkan sebagai "operasi penegakan hukum yang menargetkan ekstremisme agama,” menurut laporan Al Jazeera.

Dalam tur lainnya ke Xinjiang di bulan September, lembaga penyiaran pemerintah China; CGTN, mengutip kolumnis dan politisi Filipina Mussolini Sinsuat Lidasan yang memuji tindakan "anti-terorisme" China di Xinjiang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Jet Tempur AS Bombardir...
Jet Tempur AS Bombardir Pulau Qeshm dan Kota Ahvav Iran, 4 Orang Tewas
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Berita Terkini
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved