Israel Buka Kemungkinan Usir Warga Palestina di Gaza ke Kongo

Kamis, 04 Januari 2024 - 11:10 WIB
loading...
Israel Buka Kemungkinan...
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Foto/wikimedia
A A A
TEL AVIV - Pemerintah Israel semakin mengadopsi permukiman kembali “sukarela” warga Palestina dari Gaza sebagai kebijakan resmi.

Seorang pejabat tinggi Israel mengungkapkan pihaknya telah terlibat dalam diskusi dengan banyak negara mengenai potensi tindakan pembersihan etnis Palestina tersebut.

Menurut Times of Israel, koalisi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu diam-diam menjajaki penerimaan ribuan migran dari Gaza, dengan Republik Demokratik Kongo menjadi salah satu negara yang sedang dipertimbangkan.

“Kongo akan bersedia menerima migran dan kami sedang melakukan pembicaraan dengan pihak lain,” ujar seorang sumber senior di kabinet rezim kolonial rasis Israel.

Dalam pertemuan faksi Likud pada Senin, Netanyahu mengumumkan dia terlibat aktif dalam mengatur migrasi sukarela warga Gaza ke negara lain.

“Masalah kami adalah menemukan negara-negara yang bersedia menerima warga Gaza dan kami sedang mengupayakannya,” ungkap Netanyahu.

Baca juga: Hizbullah Lebanon Tidak Takut Perang Lawan Israel

Anggota Likud di Knesset Danny Danon menyatakan, “Dunia sudah mendiskusikan kemungkinan migrasi sukarela.”

Sebagai tanggapan, Netanyahu mengakui tantangan untuk menemukan negara-negara yang bersedia menerima warga Palestina, namun menekankan apa yang dia gambarkan sebagai upaya berkelanjutan dalam hal ini.

Terlepas dari diskusi-diskusi ini, gagasan migrasi sukarela mendapat penolakan luas dari komunitas internasional.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Selasa mengecam pernyataan baru-baru ini yang dikeluarkan Menteri sayap kanan Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir yang menganjurkan “emigrasi sukarela” warga Palestina keluar dari Gaza, dan menyebut retorika tersebut “menghasut dan tidak bertanggung jawab”, menurut laporan Reuters.

Komentar para menteri Israel tersebut tampaknya menggarisbawahi kekhawatiran di sebagian besar dunia Arab bahwa Israel ingin menggusur secara paksa dan melakukan pembersihan etnis di wilayah Palestina yang diduduki.

Tindakan itu seperti yang dilakukan geng Zionis di wilayah bersejarah Palestina pada tahun 1948.

Meskipun terdapat laporan mengenai tawaran kepada pasukan dan pemerintah Arab untuk mengelola Gaza, seperti Otoritas Palestina atau gabungan kekuatan negara-negara Arab, pandangan utama dari pemerintah sayap kanan Israel adalah Israel sendiri yang akan menduduki kembali wilayah tersebut, mengusir penduduk Palestina dan memukimkan kembali tanah tersebut dengan pemukim Israel dan Yahudi.

Israel terus melancarkan serangan militer brutalnya di Gaza meskipun ada seruan global untuk melakukan gencatan senjata dalam perang yang telah berlangsung selama 11 pekan tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 22,313 warga Palestina telah terbunuh, dan 57,296 terluka dalam genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza mulai tanggal 7 Oktober.

Perkiraan Palestina dan internasional menyebutkan mayoritas dari mereka yang terbunuh dan terluka adalah perempuan dan anak-anak.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved