Polisi Turki Tangkap 33 Mata-mata Mossad dalam Operasi Besar-besaran

Rabu, 03 Januari 2024 - 15:53 WIB
loading...
Polisi Turki Tangkap...
Polisi Turki tangkap 33 tersangka mata-mata Mossad Israel dalam operasi besar-besaran di berbagai wilayah di Turki. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Polisi Turki telah menangkap 33 orang di berbagai wilayah di negara tersebut karena melakukan kegiatan mata-mata atas nama badan intelijen luar negeri Israel; Mossad.

Operasi besar-besaran itu diumumkan Menteri Dalam Negeri Turki Ali Yerlikaya pada hari Selasa.

Mengutip laporan Anadolu Agency, Rabu (3/1/2024), polisi menahan orang-orang tersebut di Istanbul dan tujuh provinsi lainnya dengan tuduhan melakukan kegiatan spionase internasional atas nama Mossad.

Puluhan mata-mata itu dilaporkan telah melacak warga negara asing yang tinggal di Turki karena alasan kemanusiaan.

Baca Juga: Serangan Kilat Spektakuler Hamas ke Israel Runtuhkan Citra Mossad Seketika

Kantor Kejaksaan Istanbul mengatakan polisi telah mengungkap jaringan yang bermaksud melakukan operasi pengintaian, pengejaran, penyerangan dan penculikan terhadap warga negara asing di Turki.

Polisi Turki sebelumnya telah membongkar jaringan mata-mata yang menargetkan warga Palestina yang tinggal di negara tersebut.

Namun, penangkapan terbaru ini menyusul komentar Ronen Bar, kepala badan intelijen dalam negeri Israel; Shin Bet, yang merilis rekaman suara bulan lalu yang mengumumkan bahwa Israel bertekad untuk membunuh para pemimpin Hamas di setiap lokasi, termasuk Turki.

“Di Gaza, di Tepi Barat, di Lebanon, di Turki, di Qatar, semuanya,” katanya dalam rekaman audio yang disiarkan oleh lembaga penyiaran publik Kan pada bulan Desember 2023.

“Ini akan memakan waktu beberapa tahun, tapi kami akan berada di sana untuk mewujudkannya.”

Sebagai tanggapan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan ancaman keras. "Jika mereka melakukan kesalahan seperti itu, mereka harus tahu bahwa mereka akan membayar harga yang sangat mahal untuk itu," kata Erdogan saat itu.

Yerlikaya mengatakan para tersangka ditangkap sekaligus dalam operasi dengan kode bernama "Mole".

Seorang pejabat senior intelijen Turki mengatakan kepada Middle East Eye bahwa Ankara ingin memastikan tidak ada badan intelijen asing yang dapat beroperasi di negara tersebut tanpa izin.

“Sejalan dengan peringatan kami sebelumnya bahwa segala upaya untuk beroperasi secara ilegal di Turki akan memiliki konsekuensi yang serius, kami sangat tidak menyarankan semua pihak terkait untuk melakukan kegiatan serupa di masa depan,” kata pejabat tersebut yang berbicara tanpa bersedia disebutkan namanya.

Sumber lain yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Middle East Eye bahwa ada orang asing di antara mereka yang ditahan.

Rekaman yang dirilis oleh menteri dalam negeri Turki menunjukkan polisi dan intelijen Turki melakukan operasi untuk menangkap para tersangka mata-mata yang bekerja untuk Israel.

“Kami tidak akan pernah mengizinkan kegiatan spionase yang bertentangan dengan persatuan nasional dan solidaritas negara kami,” kata Yerlikaya.

“Selama penggeledahan yang dilakukan selama operasi: 143.830 euro, USD23.680, sejumlah uang tunai dari berbagai negara, sejumlah besar kartrid dan materi digital disita,” imbuh dia.

Yerlikaya mengatakan Turki bertekad untuk melawan kejahatan terorganisir dan organisasi intelijen asing.

Anadolu Agency menyebutkan 13 tersangka masih buron.

Turki secara sistematis telah melakukan operasi polisi serupa terhadap orang-orang yang diduga menjadi mata-mata Israel selama beberapa tahun terakhir.

Pada bulan Desember, intelijen dan polisi Turki menahan 44 tersangka yang diyakini bekerja untuk Mossad untuk memata-matai warga Palestina yang tinggal di Turki.

Surat kabar Sabah melaporkan para tersangka berpura-pura bekerja sebagai konsultan swasta namun misi sebenarnya mereka adalah memantau warga Palestina.

Turki awalnya mengkritik Hamas atas serangan 7 Oktober dan meminta para pemimpinnya meninggalkan negara itu untuk sementara waktu.

Namun, kampanye pengeboman Israel yang menghancurkan di Gaza, yang telah menewaskan sedikitnya 22.000 orang—sebagian besar perempuan dan anak-anak—telah memaksa Ankara untuk mengambil sikap lebih keras terhadap Israel.

Erdogan telah menarik duta besar Turki untuk berkonsultasi dan mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus diadili karena melakukan kejahatan perang. Dia juga menuduh tentara Israel melakukan kampanye teror di Gaza.

Turki sejauh ini menghindari tindakan hukuman terhadap Israel, karena perdagangan terus berlanjut dan saluran diplomatik tetap terbuka.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
AS Ketar-ketir, Rusia...
AS Ketar-ketir, Rusia Siapkan Serangan Besar-besaran di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved