Negara Teluk Minta PBB Perpanjang Embargo Senjata, Iran Kesal

Senin, 10 Agustus 2020 - 20:28 WIB
loading...
Negara Teluk Minta PBB...
Iran menyebut permintan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) kepada PBB untuk memperpanjang embargo senjata internasional terhadap Teheran tidak realistis. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Iran angkat bicara soal permintan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) kepada PBB untuk memperpanjang embargo senjata internasional terhadap Teheran. Iran menyebut pernyataan tersebut tidak realistis.

GCC, yang terdiri dari Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saud i, mengatakan bahwa campur tangan Iran yang berkelanjutan di negara-negara tetangga membuat perpanjangan diperlukan.

Embargo senjata saat ini akan berakhir pada 18 Oktober, sebagai bagian dari kesepakatan nuklir antara Iran dengan negara kekuatan dunia, yang dicapai tahun 2015 lalu. ( Baca juga: Rusia dan Iran Ejek Hadiah Tangkap Peratas Pengacau Pilpres AS )

"GCC saat ini berada di puncak ketidakmampuannya dan kebijakannya yang tidak realistis membuatnya tidak efektif," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi dalam sebuah pernyataan.

"Dewan, yang terpengaruh oleh kebijakan dan perilaku yang salah dan merusak dari negara-negara anggota tertentu, telah berubah menjadi corong bagi elemen anti-Iran di dalam dan di luar kawasan," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (10/8/2020).

( Baca juga: Fahri Hamzah-Fadli Zon Akan Dapat Bintang Tanda Jasa dari Presiden Jokowi )

Sebelumnya diwartakan, Sekretaris Jenderal GCC, Nayef Falah Mubarak al-Hajraf menuturkan bahwa tidak tepat untuk mencabut pembatasan pasokan senjata dari dan ke Iran, sampai Iran menghentikan kegiatan destabilisasi di kawasan dan berhenti memasok senjata ke organisasi teroris.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Putri Thailand Bajrakitiyabha...
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Koma 3 Tahun
Rekomendasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved