Yacht Mewah Buruan FBI Disita RI, Pebisnis Malaysia Kecam AS

Kamis, 01 Maret 2018 - 08:26 WIB
Yacht Mewah Buruan FBI...
Yacht Mewah Buruan FBI Disita RI, Pebisnis Malaysia Kecam AS
A A A
PETALING JAYA - Pebisnis Malaysia Low Taek Jho mengecam Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) karena tidak membuktikan adanya ketidakberesan terkait penyitaan kapal pesir (yacht) mewah oleh polisi Indonesia. Kapal mewah yang diburu FBI itu diduga hasil korupsi dan pencucian uang di AS.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, 28 Februari 2018, juru bicara Low mengatakan bahwa DoJ telah ikut andil dalam proses penyitaan aset dan tidak melakukan langkah-langkah untuk membuktikan tentang ketidakberesan yang terjadi.

”Oleh karena itu mengecewakan, alih-alih membuktikan tuduhan yang sangat cacat dan bermotif politik, DoJ melanjutkan pola jangkauan global, semuanya berdasarkan klaim kesalahan yang sepenuhnya tidak didukung,” bunyi pernyataan pihak juru bicara Low.

”Kami menantikan pengadilan dengan fakta-fakta aktual yang menunjukkan bahwa kasus ini sepenuhnya tanpa dasar,” lanjut pernyataan tersebut, seperti dikutip The Star, Kamis (1/3/2018).

Baca: Kapal Pesiar Mewah Hasil Korupsi di Amerika Diamankan Mabes Polri

Seperti diberitakaan sebelumnya, kapal pesiar "Equanimity" seharga USD250 juta ditangkap di Benoa, Bali oleh pihak berwenang Indonesia sebagai bagian dari penyelidikan korupsi multi-miliar dolar yang terkait skandal dana negara Malaysia, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Penyitaan kapal oleh polisi Indonesia ini atas permintaan pemerintah AS. FBI dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah melakukan investigasi gabungan hingga berujung pada penyitaan kapal pesiar mewah itu.

1MDB selama jadi pusat penyelidikan kasus pencucian uang di setidaknya enam negara, termasuk Amerika Serikat, Swiss dan Singapura.

Pada bulan Agustus 2017, DoJ berusaha untuk merebut aset lebih dari USD1,7 miliar yang dibeli dengan dana 1MDB yang dikorupsi. Di antara aset yang diburu untuk direbut itu adalah kapal pesiar mewah senilai USD250 juta yang dibeli oleh Low.

Pebisnis Malaysia itu dituding sebagai tokoh kunci dalam penuntutan hukuman di AS.
(mas)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Paspor Malaysia Melonjak...
Paspor Malaysia Melonjak ke Peringkat 3 Dunia, Amerika Serikat Kalah Jauh!
10 Negara dengan Imigran...
10 Negara dengan Imigran Ilegal Terbanyak, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Amerika Serikat Dukung...
Amerika Serikat Dukung Indonesia Jadi Anggota FATF
Berita Terkini
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
39 menit yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
2 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
3 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
3 jam yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
4 jam yang lalu
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
12 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved