Dua Eks Pasukan Khusus AS yang Coba Bunuh Maduro Dibui 20 Tahun

loading...
Dua Eks Pasukan Khusus AS yang Coba Bunuh Maduro Dibui 20 Tahun
Luke Denman dan Airan Berry, mantan tentara Green Baret Amerika Serikat, yang ditangkap pasukan Venezula atas tuduhan mencoba membunuh Presiden Nicolas Maduro. Foto/New York Post
A+ A-
CARACAS - Dua mantan tentara Pasukan Khusus Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) atau Green Baret dijatuhi hukuman 20 tahun penjara oleh pengadilan Venezuela. Mereka dinyatakan bersalah telah menyusup untuk membunuh Presiden Nicolas Maduro sebagai upaya menggulingkan rezim.

Keduanya, yang oleh pemerintah Venezuela dianggap sebagai "tentara bayaran" pemerintah Presiden Donald Trump, beraksi pada Mei lalu. Penyusupan mereka terbongkar, aksi digagalkan dan keduanya ditangkap pasukan Caracas.

Kepala Jaksa rezim Maduro, Tarek William Saab, mengumumkan vonis terhadap dua warga AS itu pada Jumat larut malam pekan lalu.

"Mereka mengakui tanggung jawab mereka atas faktanya," tulis Saab di Twitter, yang dilansir AP, Senin (10/8/2020). (Baca:Venezuela Tangkap 2 'Rambo' AS yang Hendak Bunuh Maduro)



Menurutnya, persidangan akan berlanjut terhadap puluhan terdakwa lain yang dituduh membantu dalam serangan yang gagal pada 3 Mei 2020.

Kedua mantan anggota Pasukan Khusus Angkatan Darat Amerika bernamaLuke Denman dan Airan Berry ini meluncurkan apa yang disebut sebagai "Gideon Operation" dari kamp pelatihan darurat di negara tetangga Venezuela; Kolombia. Operasi ini menyebabkan sedikitnya delapan tentara pemberontak tewas dan total 66 orang dipenjara.

Mantan personel ketiga Green Baret, Jordan Goudreau, yang mengoperasikan perusahaan keamanan swasta yang berbasis di Florida bernama Silvercorp USA, mengaku bertanggung jawab atas serangan yang gagal itu.



Jaksa Venezuela mengatakan Denman dan Berry sama-sama dinyatakan bersalah atas persekongkolan, perdagangan senjata ilegal dan terorisme.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top