Ketika Drone Murah Hamas Sukses Mempecundangi Teknologi Canggih Israel

Rabu, 20 Desember 2023 - 13:02 WIB
loading...
Ketika Drone Murah Hamas...
Armada drone murah Hamas sukses mempecundangi teknologi canggih Israel selama serangan 7 Oktober 2023. Foto/Media Militer al-Qassam via Palestine Chronicle
A A A
GAZA - Media yang berbasis di New York, Bloomberg, mengungkap armada drone Hamas hanyalah senjata murah yang tersedia secara online hanya dengan harga USD6.500.

Namun, drone-drone itulah yang sukses mempecundangi pagar perbatasan canggih Israel bernilai USD1 miliar dalam serangan spektakuler pada 7 Oktober 2023.

Drone-drone murah itu telah sukses memenuhi langit Israel selatan setelah leluas menerobos pagar perbatasan yang sarat dengan sensor sensitif.

Baca Juga: Ingin Taklukkan Terowongan Maut Hamas, Pasukan Elite Yahalom Israel Minta Sumbangan

Menurut laporan Bloomberg, drone murah dan darurat yang digunakan Hamas telah menimbulkan tantangan signifikan bagi teknologi tinggi Israel, dan menjadi ancaman bagi beberapa negara dengan teknologi paling maju di dunia.

“Bukan ledakan roket dari Gaza yang mengguncang tentara di perbatasan selatan Israel pada 7 Oktober. Namun dengungan tidak biasa yang belum pernah mereka dengar sebelumnya,” tulis Bloomberg dalam laporannya.

"Armada drone yang tersedia secara online hanya dengan harga USD6.500 memenuhi langit di atas pagar perbatasan Israel yang bernilai USD1 miliar," lanjut laporan tersebut.

“Mereka diakali untuk membawa bahan peledak dan melumpuhkan kamera, sistem komunikasi dan senjata yang dikendalikan dari jarak jauh," imbuh laporan Bloomberg.

Selain itu, sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel telah di-upgrade untuk mendeteksi UAV berukuran besar, namun banyak drone Hamas yang masih dapat lolos.

Oleh karena itu, sistem pengawasan berteknologi tinggi tidak mampu mencegah operasi militer Hamas.

Militer Israel menolak mengomentari laporan tersebut. "Pertanyaan semacam ini akan dibahas pada tahap selanjutnya,” kata seorang juru bicara militer Israel.

Bloomberg mengutip Liran Antebi, seorang peneliti di Institute for National Security Studies yang berbasis di Israel, yang mengatakan bahwa sistem drone Hamas masih menjadi ancaman.

“Ini memberi Anda kemampuan untuk menggunakan amunisi yang tepat atau terpandu, yang hingga beberapa tahun lalu hanya bisa dilakukan oleh negara-negara yang sangat maju,” kata Antebi.

Insinyur Tunisia Mohammed al-Zouari adalah sosok yang berkontribusi pada pengembangan drone Hamas.

Al-Zouari dibunuh pada tahun 2016 dan meskipun tim bersenjata yang membunuh tidak pernah tertangkap, pembunuhannya secara luas dikaitkan dengan dinas mata-mata Israel, Mossad.

"Israel memiliki setidaknya satu sistem di perbatasan Gaza pada 7 Oktober yang dirancang khusus untuk melawan drone, namun sistem tersebut belum beroperasi," imbuh laporan Bloomberg.

“Tahap akhir pengujian dijadwalkan beberapa hari setelah serangan mendadak, menurut Sentrycs, yang mengembangkannya."

“Kami libur seminggu,” kata Wakil Presiden Sentrycs, Rotem Epelbaum. “Ini bisa menjadi pengubah permainan.”

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 19.667 warga Palestina telah terbunuh dan 52.586 lainnya terluka dalam genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza mulai 7 Oktober.

Perkiraan Palestina dan komunitas internasional menyebutkan bahwa mayoritas dari mereka yang terbunuh dan terluka di Gaza adalah perempuan dan anak-anak.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved