Hamas Kibuli Tentara Israel dengan Boneka Menangis yang Ternyata Perangkap Maut
Selasa, 19 Desember 2023 - 11:57 WIB
loading...
Hamas menggunakan boneka bayi yang mengeluarkan suara tangisan untuk memikat tentara Israel masuk dalam perangkap maut di Gaza, Palestina. Foto/IDF
A
A
A
GAZA - Hamas menggunakan boneka bayi, dengan suara tangisan yang diperkuat melalui sistem pengeras suara, sebagai bagian dari taktik nyata untuk memikat tentara Israel agar masuk dalam perangkap maut.
Para tentara tentara Zionis akan mengira bayi palsu itu adalah sandera yang ditawan Hamas di dalam terowongan bawah tanah.
Taktik itu diungkap Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Menurut IDF, para tentara di Brigade 261 menemukan perangkap seperti itu di Jabalia, sebuah kota di utara Gaza, saat melakukan penyisiran.
Di dekat boneka-boneka tersebut, kata IDF, para tentara juga menemukan tas dan pakaian anak-anak.
Baca Juga: Israel Gagal Kalahkan Hamas, Sekarang Ingin Invasi Lebanon
“Mereka terkadang memutar suara dalam bahasa Ibrani [melalui pengeras suara] sehingga kami mengira ada sandera dan orang hilang di sini, untuk menarik kami ke area IED [alat peledak improvisasi],” kata seorang pejabat militer dalam sebuah video yang di-posting online oleh IDF, saat dia menjelaskan bagaimana caranya militer menggagalkan perangkap Hamas.
“Ada alat peledak di sini yang mereka persiapkan untuk kami, ada senjata dan amunisi di sini, IED disembunyikan di dalam tas UNRWA. Dan banyak seragam serta banyak peralatan," lanjut dia, seperti dikutip The Messenger, Selasa (19/12/2023).
Menurut IDF, terowongan yang ditemukan tersebut terhubung ke serangkaian lorong bawah tanah yang rumit yang digunakan oleh Hamas untuk menyelundupkan senjata dan menyembunyikan para agennya yang dikenal sebagai "Metro Gaza".
Sistem terowongan ini, klaim IDF, membentang di antara bangunan sipil yang mencakup sekolah, klinik medis, dan masjid.
Jaringan tersebut juga mencakup pos penjagaan yang digunakan oleh Hamas yang dilengkapi dengan kamera untuk mengawasi pasukan Israel yang mendekat, menurut IDF, yang menambahkan bahwa listrik disuplai ke pusat tersebut melalui fasilitas medis.
Pasukan Israel terus memburu pasukan Hamas di Gaza utara meski sudah banyak tentara elite-nya tewas dibantai dalam pertempuran darat.
Pada hari Selasa lalu, di lingkungan Shujaiya di Kota Gaza, sepuluh tentara elite tewas dalam penyergapan Hamas, termasuk dua komandan, setelah satu pasukan memasuki sebuah gedung yang awalnya diyakini militer telah ditinggalkan Hamas.
Penyergapan di Shujaiya tersebut merupakan pertempuran paling mematikan yang pernah dialami IDF sejak menyerang Jalur Gaza pada akhir Oktober.
Para tentara tentara Zionis akan mengira bayi palsu itu adalah sandera yang ditawan Hamas di dalam terowongan bawah tanah.
Taktik itu diungkap Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Menurut IDF, para tentara di Brigade 261 menemukan perangkap seperti itu di Jabalia, sebuah kota di utara Gaza, saat melakukan penyisiran.
Di dekat boneka-boneka tersebut, kata IDF, para tentara juga menemukan tas dan pakaian anak-anak.
Baca Juga: Israel Gagal Kalahkan Hamas, Sekarang Ingin Invasi Lebanon
“Mereka terkadang memutar suara dalam bahasa Ibrani [melalui pengeras suara] sehingga kami mengira ada sandera dan orang hilang di sini, untuk menarik kami ke area IED [alat peledak improvisasi],” kata seorang pejabat militer dalam sebuah video yang di-posting online oleh IDF, saat dia menjelaskan bagaimana caranya militer menggagalkan perangkap Hamas.
“Ada alat peledak di sini yang mereka persiapkan untuk kami, ada senjata dan amunisi di sini, IED disembunyikan di dalam tas UNRWA. Dan banyak seragam serta banyak peralatan," lanjut dia, seperti dikutip The Messenger, Selasa (19/12/2023).
Menurut IDF, terowongan yang ditemukan tersebut terhubung ke serangkaian lorong bawah tanah yang rumit yang digunakan oleh Hamas untuk menyelundupkan senjata dan menyembunyikan para agennya yang dikenal sebagai "Metro Gaza".
Sistem terowongan ini, klaim IDF, membentang di antara bangunan sipil yang mencakup sekolah, klinik medis, dan masjid.
Jaringan tersebut juga mencakup pos penjagaan yang digunakan oleh Hamas yang dilengkapi dengan kamera untuk mengawasi pasukan Israel yang mendekat, menurut IDF, yang menambahkan bahwa listrik disuplai ke pusat tersebut melalui fasilitas medis.
Pasukan Israel terus memburu pasukan Hamas di Gaza utara meski sudah banyak tentara elite-nya tewas dibantai dalam pertempuran darat.
Pada hari Selasa lalu, di lingkungan Shujaiya di Kota Gaza, sepuluh tentara elite tewas dalam penyergapan Hamas, termasuk dua komandan, setelah satu pasukan memasuki sebuah gedung yang awalnya diyakini militer telah ditinggalkan Hamas.
Penyergapan di Shujaiya tersebut merupakan pertempuran paling mematikan yang pernah dialami IDF sejak menyerang Jalur Gaza pada akhir Oktober.
(mas)
Lihat Juga :