Menlu Korsel Bilang Opsi Militer pada Korut Tak Bisa Diterima

Jum'at, 26 Januari 2018 - 06:13 WIB
Menlu Korsel Bilang...
Menlu Korsel Bilang Opsi Militer pada Korut Tak Bisa Diterima
A A A
DAVOS - Menteri Luar Negeri (Menlu) Korea Selatan (Korsel) Kang Kyung-wha mengatakan, kebuntuan mengenai program nuklir Korea Utara (Korut) harus diselesaikan secara diplomatis, Menurutnya, gagasan militer terhadap rezim Kim Jong-un tidak bisa diterima karena dampaknya bisa mengerikan.

Kang Kyung-wha yakin Amerika Serikat (AS) yang selama ini berambisi menyerang Pyongyang akan berkonsultasi dulu dengan Seoul jika opsi militer dipertimbangkan.

”Isu nuklir harus diselesaikan melalui negosiasi dan upaya diplomatik. Gagasan tentang solusi militer ini tidak dapat diterima,” kata diplomat Korsel itu dalam sebuah news briefing di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Administrasi Trump telah berulang kali menegaskan bahwa semua opsi termasuk opsi militer ada di meja ketika berurusan dengan Korut. Para pejabat AS bahkan mengungkap bahwa Presiden Trump dan penasihatnya telah membahas kemungkinan meluncurkan limited strike atau serangan terbatas.

Namun perdebatan mengenai opsi militer telah kehilangan beberapa momentum dalam beberapa pekan terakhir setelah Korut dan Korsel melanjutkan pembicaraan menjelang Olimpiade Musim Dingin bulan depan di Korsel.

”Saya yakin bahwa apa pun yang dilakukan administrasi AS di depan dilakukan dengan konsultasi yang erat dengan kami,” kata Kang.

Dia menolak berkomentar bahwa Washington memberikan jaminan yang jelas pada Seoul jika opsi militer benar-benar diambil Trump.

”Ini takdir kami yang dipertaruhkan. Pilihan apa pun yang akan diambil di semenanjung Korea, tidak dapat dilaksanakan tanpa melibatkan kami,” ujarnya seperti dikutip Reuters, Jumat (26/1/2018).

Dalam sebuah wawancara sebelumnya dengan Reuters, Kang mengatakan bahwa negaranya siap untuk “semua skenario kontingensi” jika Korut melakukan uji coba senjata lagi.

”Kami membahas diskusi ini dengan pemahaman yang jelas tentang apa yang mungkin terjadi," kata Kang.”Provokasi lain selalu merupakan kemungkinan.”
(mas)
Berita Terkait
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Korea Utara Marah Kapal...
Korea Utara Marah Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
26 menit yang lalu
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
34 menit yang lalu
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
1 jam yang lalu
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
1 jam yang lalu
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
2 jam yang lalu
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
4 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved