Israel Tutupi Jumlah Tentara Luka dalam Perang Lawan Hamas, Ini Faktanya yang Mengejutkan
Selasa, 12 Desember 2023 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Surat kabar tersebut mencatat bahwa data rumah sakit menunjukkan jumlah tentara yang terluka dua kali lebih banyak dibandingkan jumlah yang diumumkan militer.
“Contohnya, Pusat Medis Barzilai di Ashkelon sendiri melaporkan telah merawat 1.949 tentara yang terluka dalam perang sejak tanggal 7 Oktober (dari 3.117 orang terluka yang dirawat di sana selama perang), sedangkan pihak militer melaporkan total 1.593 tentara terluka. Assuta Ashdod dilaporkan merawat 178 pasien, Ichilov (Tel Aviv) 148, Rambam (Haifa) 181, Hadassah (Yerusalem) 209 dan Sha’arei Tzedek (Yerusalem) 139,” kata surat kabar tersebut.
Haaretz menambahkan: “Sekitar 1.000 tentara lainnya dirawat di Pusat Medis Soroka di Be’er Sheva, sementara 650 lainnya dirawat di Pusat Medis Sheba di Tel-Hashomer. Ini adalah daftar parsial, karena data tersebut tidak termasuk tentara yang saat ini berada di bangsal rehabilitasi yang telah dihitung sebagai korban luka saat tiba di bangsal darurat dan bangsal rawat inap.”
“Bahkan dengan mempertimbangkan berbagai kesenjangan notasi dan pelaporan, yang mungkin terjadi di bidang rumah sakit, kesenjangan yang besar antara angka-angka yang ada di tentara dan yang ada di rumah sakit. Kesenjangan pelaporan mencakup duplikasi pencatatan korban luka yang dipindahkan dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain. Ada kemungkinan juga bahwa setidaknya beberapa rumah sakit menerima tentara yang memerlukan perawatan medis yang tidak ada hubungannya dengan perang,” imbuh laporan surat kabar tersebut.
Surat kabar tersebut menekankan bahwa sejak tanggal 7 Oktober, 10.584 tentara dan warga sipil yang terluka dirawat di rumah sakit di negara pendudukan, di mana 131 di antaranya meninggal saat menerima perawatan di rumah sakit, 471 berada dalam kondisi parah atau kritis, 868 berada dalam kondisi sedang, dan 8.308 orang menderita luka ringan. Sekitar 600 orang menderita serangan kecemasan dan 206 orang berada dalam kondisi yang tidak diketahui.
Haaretz menambahkan, mulai hari ini, tentara Israel akan memperbarui jumlah korban luka setiap hari pada pukul 13.00 waktu setempat.
Terlepas dari upaya militer Israel menutupi data kerugian yang diderita, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetap mengeklaim Hamas menderita kekalahan.
“Contohnya, Pusat Medis Barzilai di Ashkelon sendiri melaporkan telah merawat 1.949 tentara yang terluka dalam perang sejak tanggal 7 Oktober (dari 3.117 orang terluka yang dirawat di sana selama perang), sedangkan pihak militer melaporkan total 1.593 tentara terluka. Assuta Ashdod dilaporkan merawat 178 pasien, Ichilov (Tel Aviv) 148, Rambam (Haifa) 181, Hadassah (Yerusalem) 209 dan Sha’arei Tzedek (Yerusalem) 139,” kata surat kabar tersebut.
Haaretz menambahkan: “Sekitar 1.000 tentara lainnya dirawat di Pusat Medis Soroka di Be’er Sheva, sementara 650 lainnya dirawat di Pusat Medis Sheba di Tel-Hashomer. Ini adalah daftar parsial, karena data tersebut tidak termasuk tentara yang saat ini berada di bangsal rehabilitasi yang telah dihitung sebagai korban luka saat tiba di bangsal darurat dan bangsal rawat inap.”
“Bahkan dengan mempertimbangkan berbagai kesenjangan notasi dan pelaporan, yang mungkin terjadi di bidang rumah sakit, kesenjangan yang besar antara angka-angka yang ada di tentara dan yang ada di rumah sakit. Kesenjangan pelaporan mencakup duplikasi pencatatan korban luka yang dipindahkan dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain. Ada kemungkinan juga bahwa setidaknya beberapa rumah sakit menerima tentara yang memerlukan perawatan medis yang tidak ada hubungannya dengan perang,” imbuh laporan surat kabar tersebut.
Surat kabar tersebut menekankan bahwa sejak tanggal 7 Oktober, 10.584 tentara dan warga sipil yang terluka dirawat di rumah sakit di negara pendudukan, di mana 131 di antaranya meninggal saat menerima perawatan di rumah sakit, 471 berada dalam kondisi parah atau kritis, 868 berada dalam kondisi sedang, dan 8.308 orang menderita luka ringan. Sekitar 600 orang menderita serangan kecemasan dan 206 orang berada dalam kondisi yang tidak diketahui.
Haaretz menambahkan, mulai hari ini, tentara Israel akan memperbarui jumlah korban luka setiap hari pada pukul 13.00 waktu setempat.
Terlepas dari upaya militer Israel menutupi data kerugian yang diderita, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetap mengeklaim Hamas menderita kekalahan.
Lihat Juga :