4 Dampak Buruk bagi AS Terlalu Membabi Buta Membela Israel
Sabtu, 09 Desember 2023 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Rusia kembali menyalahkan AS dan menyebut perang sebagai 'permainan geopolitik'.
Anggota dari Rusia kembali berbicara, dan dia mengatakan "tidak berlebihan jika dikatakan bahwa hari ini akan menjadi salah satu hari paling kelam di Timur Tengah".
Dia menyalahkan Amerika, menyebut mereka “tidak berperasaan” dan mengatakan keputusan untuk menentang resolusi gencatan senjata adalah “hukuman mati” bagi rakyat Palestina.
Ia mengatakan kepada Dewan Keamanan “kita tidak bisa dan tidak boleh” membiarkan warga sipil yang tidak bersalah bergantung pada “permainan geopolitik”.
Penting untuk dicatat bahwa Rusia sedang melakukan invasi ke Ukraina pada bulan ke-22 dan telah mengabaikan semua tuntutan Majelis Umum PBB untuk menarik diri.
Kemudian, dalam sambutannya, China , yang ikut mensponsori resolusi tersebut, mengatakan inti dari rancangan tersebut adalah permintaan gencatan senjata segera di Gaza dan pembebasan semua sandera.
“Kami menyatakan kekecewaan dan penyesalan yang besar bahwa rancangan tersebut telah diveto oleh AS,” kata perwakilan China.
“Membiarkan berlanjutnya pertempuran sambil mengaku peduli terhadap kehidupan dan keselamatan orang-orang di Gaza serta kebutuhan kemanusiaan di sana adalah tindakan yang saling bertentangan,” tambah perwakilan tersebut.
Anggota dari Rusia kembali berbicara, dan dia mengatakan "tidak berlebihan jika dikatakan bahwa hari ini akan menjadi salah satu hari paling kelam di Timur Tengah".
Dia menyalahkan Amerika, menyebut mereka “tidak berperasaan” dan mengatakan keputusan untuk menentang resolusi gencatan senjata adalah “hukuman mati” bagi rakyat Palestina.
Ia mengatakan kepada Dewan Keamanan “kita tidak bisa dan tidak boleh” membiarkan warga sipil yang tidak bersalah bergantung pada “permainan geopolitik”.
Penting untuk dicatat bahwa Rusia sedang melakukan invasi ke Ukraina pada bulan ke-22 dan telah mengabaikan semua tuntutan Majelis Umum PBB untuk menarik diri.
Kemudian, dalam sambutannya, China , yang ikut mensponsori resolusi tersebut, mengatakan inti dari rancangan tersebut adalah permintaan gencatan senjata segera di Gaza dan pembebasan semua sandera.
“Kami menyatakan kekecewaan dan penyesalan yang besar bahwa rancangan tersebut telah diveto oleh AS,” kata perwakilan China.
“Membiarkan berlanjutnya pertempuran sambil mengaku peduli terhadap kehidupan dan keselamatan orang-orang di Gaza serta kebutuhan kemanusiaan di sana adalah tindakan yang saling bertentangan,” tambah perwakilan tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :