Profil Michel Aoun, Mantan Presiden Lebanon yang Jadi Loyalis Hizbullah

Jum'at, 08 Desember 2023 - 14:17 WIB
loading...
Profil Michel Aoun,...
Michael Aoun dikenal sebagai mantan Presiden Lebanon yang menjadi loyalis Hizbullah. Foto/Reuters
A A A
BEIRUT - Michel Aoun pernah menjabat sebagai presiden Lebanon pada 31 Oktober 2016 hingga 30 Oktober 2022. Saat itu, dia mengakhiri kekosongan presiden selama 29 bulan sebagai bagian dari kesepakatan politik yang diperkirakan akan menjadikan pemimpin Sunni Saad al-Hariri sebagai perdana menteri.

Setelah lengser, Lebanon belum memiliki presiden baru. Maklum, konflik antar faksi di Lebanon menjadikan penentuan presiden memakan waktu yang panjang. Meskipun, jabatan presiden cenderung seremonial.

Berikut adalah 6 fakta tentang kepala negara baru Lebanon, sekutu kelompok Muslim Syiah, Hizbullah, yang didukung Iran.

1. Dikenal dengan Pemimpin dalam 2 Perang

Aoun, yang berusia 80-an tahun, adalah perdana menteri salah satu dari dua pemerintahan Lebanon yang bersaing pada akhir perang saudara tahun 1975-90, yang ditunjuk oleh Presiden Amin Gemayel pada tahun 1988.
Ia dikenang karena berperang dalam dua perang yang menghancurkan pada periode tersebut , satu melawan pasukan Suriah di Lebanon, dan satu lagi melawan milisi Kristen yang kuat, Pasukan Lebanon.

2. Pernah Diusir dari Istana Presiden

Tentara Suriah mengusir Aoun dari istana presiden pada tahun 1990. Dia menuju ke Kedutaan Besar Perancis dengan kendaraan lapis baja sebelum diasingkan di Perancis. Aoun adalah penentang keras perjanjian damai tahun 1989, Perjanjian Taif, yang mengakhiri perang.

Perjanjian tersebut mengurangi kekuasaan politik umat Kristen Maronit yang dulunya dominan di Lebanon, termasuk wewenang kepresidenan, yang hanya diperuntukkan bagi kaum Maronit. Hal ini meningkatkan kekuasaan perdana menteri Muslim Sunni.

3. Pemimpin Perlawanan saat Lebanon Perang Melawan Suriah

Dari pengasingan, Aoun melobi menentang dominasi Suriah di Lebanon ketika Damaskus menempatkan pasukannya di seluruh negeri. Kepala intelijen Suriah di Lebanon dipandang sebagai penguasa de facto negara tersebut.

Aoun mendukung langkah-langkah Barat untuk mengakhiri dominasi Suriah, termasuk Undang-Undang Akuntabilitas Suriah AS tahun 2003, dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1559 yang disahkan pada tahun 2004, yang menyerukan pemilihan presiden yang bebas dan adil, penarikan pasukan asing, dan perlucutan senjata semua milisi di Lebanon. .

Aoun kembali ke Lebanon setelah angkatan bersenjata Suriah menarik diri pada tahun 2005 menyusul pembunuhan mantan Perdana Menteri Rafik al-Hariri. Berbicara kepada para pendukungnya di Lapangan Martir Beirut, Aoun mendeklarasikan Lebanon bebas dan merdeka. Namun dia tidak bergabung dengan koalisi "14 Maret" yang merupakan kelompok penentang peran Suriah di Lebanon, yang banyak di antaranya adalah musuh perang saudara.

Baca Juga: Hizbullah Terus Serang Israel, Tentara Zionis Bertumbangan

4. Pendukung Setia Hizbullah

Pada bulan Februari 2006, Aoun muncul bersama pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah di sebuah gereja di Beirut untuk mendeklarasikan aliansi antara Gerakan Patriotik Bebas (FPM) dan gerakan Syiah. Aliansi tersebut berlanjut hingga hari ini. Aoun mendukung Hizbullah dalam perangnya dengan Israel pada musim panas berikutnya.

Partainya kemudian melakukan mobilisasi bersama Hizbullah dalam upaya menjatuhkan pemerintahan Perdana Menteri Fouad Siniora, yang didukung oleh Barat dan Arab Saudi. Hizbullah mempertahankan dukungannya terhadap pencalonan Aoun, bahkan setelah Hariri mencalonkan sekutunya yang lain, Suleiman Franjieh, untuk jabatan tersebut setahun yang lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Bus Jatuh ke Jurang...
Bus Jatuh ke Jurang Tewaskan Setidaknya 40 Orang di Pakistan
Bus Penuh Penumpang...
Bus Penuh Penumpang Ngebut Masuk Jurang, 40 Orang Tewas
Rekomendasi
Berbagi Kebahagiaan,...
Berbagi Kebahagiaan, Komunitas Pajero One Santuni Puluhan Anak Yatim
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Berita Terkini
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved