Tindakan Provokatif Israel Kepada Syekh Ikrima Sabri, Diusir dari Rumah hingga Dilarang Bepergian
Kamis, 07 Desember 2023 - 15:53 WIB
loading...
Imam masjid al-Aqsa Sheikh Ekrima Sabri. Foto/Anadolu
A
A
A
JAKARTA - Syekh Ikrima Sabri dikenal luas sebagai Imam Besar Masjidil Aqsa. Bersama pengaruhnya yang besar, ia kerap menjadi sasaran tindakan provokatif dari pasukan Israel.
Ikrima Sa'id Sabri lahir pada 1939. Pada riwayatnya, ia pernah menjadi Mufti Agung Yerusalem dan Palestina sekitar periode 1994-2006.
Melihat sepak terjangnya, Sabri memang dikenal sebagai penentang keras pendudukan Israel di wilayah Palestina. Akibat pengaruhnya yang dianggap sebagai ancaman, tak jarang ia ditahan oleh tentara Israel.
Tindakan Provokatif Israel terhadap Syekh Ikrima Sabri (H2)
Aksi-aksi provokatif Israel masih terus dilakukan kepada Syekh Ikrima Sabri. Baru-baru ini, mereka menyergap rumah pengkhotbah Palestina tersebut yang berada di Sawaneh, Yerusalem Timur.
Mengutip laporan Anadolu, Kamis (7/12/2023), tentara Israel mengklaim bahwa bangunan yang menjadi tempat tinggal Sabri adalah konstruksi yang tidak sah. Tak sebatas itu, pihak terkait juga melampirkan perintah pembongkaran pada bagian pintu komplek kawasan tersebut.
Kemudian, agen intelijen Israel juga memberikan larangan bepergian untuk Syekh Ikrima Sabri. Terkait alasannya, ia dianggap telah menghasut para pengikutnya untuk membenci kelompok sayap kanan Israel.
Ikrima Sa'id Sabri lahir pada 1939. Pada riwayatnya, ia pernah menjadi Mufti Agung Yerusalem dan Palestina sekitar periode 1994-2006.
Melihat sepak terjangnya, Sabri memang dikenal sebagai penentang keras pendudukan Israel di wilayah Palestina. Akibat pengaruhnya yang dianggap sebagai ancaman, tak jarang ia ditahan oleh tentara Israel.
Tindakan Provokatif Israel terhadap Syekh Ikrima Sabri (H2)
Aksi-aksi provokatif Israel masih terus dilakukan kepada Syekh Ikrima Sabri. Baru-baru ini, mereka menyergap rumah pengkhotbah Palestina tersebut yang berada di Sawaneh, Yerusalem Timur.
Mengutip laporan Anadolu, Kamis (7/12/2023), tentara Israel mengklaim bahwa bangunan yang menjadi tempat tinggal Sabri adalah konstruksi yang tidak sah. Tak sebatas itu, pihak terkait juga melampirkan perintah pembongkaran pada bagian pintu komplek kawasan tersebut.
Kemudian, agen intelijen Israel juga memberikan larangan bepergian untuk Syekh Ikrima Sabri. Terkait alasannya, ia dianggap telah menghasut para pengikutnya untuk membenci kelompok sayap kanan Israel.
Lihat Juga :