Terkendala Kebijakan Ketat di China, Produsen Obat Barat Mulai Beralih ke India

Kamis, 07 Desember 2023 - 09:47 WIB
loading...
Terkendala Kebijakan...
Terkendala kebijakan ketat di China, produsen obat Barat mulai beralih ke India. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - China selama bertahun-tahun telah menjadi favorit bagi manufaktur dan penelitian obat karena biaya rendah dan layanan kontrak manufaktur obat yang cepat. Perusahaan-perusahaan farmasi besar telah mendirikan pabrik mereka di China, meski perang dagang Amerika Serikat-China sedang berlangsung dan dampak pandemi Covid-19 masih terasa di sana.

Namun kini banyak negara Barat yang mendorong perusahaan-perusahaan mereka untuk mengurangi risiko operasi dan perlahan-lahan memindahkan basis mereka ke luar China.

Negara-negara Barat kini menjadi lebih waspada terhadap kebijakan serta tindakan China yang mencekik dalam mengendalikan perusahaan-perusahaan di wilayahnya. Runtuhnya infrastruktur dan perang dagang yang terus-menerus dengan negara-negara Barat telah membuat banyak bisnis terhenti, dan sektor manufaktur obat-obatan adalah salah satu sektor paling terkena dampaknya.

Baca Juga: Tekad Xi Jinping Jadikan China Kekuatan Dunia Terhambat Isu Internal PLA

Di sisi lain, China telah menunjukkan ketidaksenangannya terhadap dorongan Barat dengan menggunakan istilah-istilah seperti pengurangan risiko dan pemisahan dari China sebagai cara untuk mengganggu operasi normal rantai pasokan global.

Wang Dongwei, Wakil Menteri Keuangan China, mengatakan dalam sebuah konferensi di Mesir pada September lalu bahwa Beijing berharap untuk melihat dunia dengan rantai industri global yang lebih baik, yang dinilainya "diperlukan untuk perekonomian global yang terbuka dan inklusif”, terutama setelah pandemi Covid-19.

Lebih lanjut Wang menambahkan, "tindakan beberapa negara" telah membuat rantai industri global menjadi kacau. Dalam serangan terhadap AS dan sekutunya di Eropa, Wang mengatakan negara-negara tersebut mempersenjatai konsep keamanan nasional dan menyalahgunakan gagasan pengurangan risiko.

"Kita harus dengan tegas menentang tindakan seperti itu," kata Wang dalam diskusi panel di pertemuan tahunan Bank Investasi Infrastruktur Asia di Sharm el-Sheikh, Mesir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved