Pakar: Washington adalah Wilayah yang Dikuasai Zionis
Rabu, 06 Desember 2023 - 09:49 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Israel Klaim Tentara di Jantung Kota Khan Yunis, Hamas Bilang Hanya di Pinggiran
Israel mulai melakukan pengeboman besar-besaran di Gaza beberapa hari setelah serangan mendadak oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 warga Israel menurut angka resmi.
Sejak itu rezim kolonial Israel melancarkan kampanye darat yang sangat brutal di Gaza. Rezim apartheid rasis itu berjanji melenyapkan Hamas.
Lebih dari 16.200 warga Palestina telah terbunuh di Gaza sejak 7 Oktober, termasuk lebih dari 7.000 anak-anak.
Berbagai organisasi hak asasi manusia menggambarkan tindakan Israel sebagai genosida. Israel telah menargetkan sekolah-sekolah PBB, kamp-kamp pengungsi dan rumah sakit, mengklaim pejuang Hamas bersembunyi di daerah-daerah tersebut atau menggunakannya sebagai basis operasi.
“Sepanjang hidup saya, saya tidak mengerti mengapa begitu banyak negara diam mengenai hal ini, mengenai bencana yang sedang berlangsung, genosida yang sedang berlangsung,” ungkap Qumsiyeh.
Dia menambahkan, “Ini bukan (hanya) masalah Palestina, ini adalah masalah global.”
Israel mulai melakukan pengeboman besar-besaran di Gaza beberapa hari setelah serangan mendadak oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 warga Israel menurut angka resmi.
Sejak itu rezim kolonial Israel melancarkan kampanye darat yang sangat brutal di Gaza. Rezim apartheid rasis itu berjanji melenyapkan Hamas.
Lebih dari 16.200 warga Palestina telah terbunuh di Gaza sejak 7 Oktober, termasuk lebih dari 7.000 anak-anak.
Berbagai organisasi hak asasi manusia menggambarkan tindakan Israel sebagai genosida. Israel telah menargetkan sekolah-sekolah PBB, kamp-kamp pengungsi dan rumah sakit, mengklaim pejuang Hamas bersembunyi di daerah-daerah tersebut atau menggunakannya sebagai basis operasi.
“Sepanjang hidup saya, saya tidak mengerti mengapa begitu banyak negara diam mengenai hal ini, mengenai bencana yang sedang berlangsung, genosida yang sedang berlangsung,” ungkap Qumsiyeh.
Dia menambahkan, “Ini bukan (hanya) masalah Palestina, ini adalah masalah global.”
Lihat Juga :