Sektor Real Estate China Lesu, Hancurkan Mitos Harga Selalu Naik

Senin, 04 Desember 2023 - 17:55 WIB
loading...
A A A
Pembelian tempat tinggal seluas 60 meter persegi atau kurang oleh orang-orang yang pindah ke Hegang dibebaskan dari pajak, dan ruang kantor untuk bisnis gratis untuk tahun pertama. Menurut media lokal, hampir 1.000 orang telah memperoleh daftar keluarga dalam waktu enam bulan atau lebih sejak program ini dimulai.

Namun cerita seperti yang dialami Hegang adalah pengecualian, bukan menggambarkan kondisi di China.

Reformasi Sistem Perumahan


Pada akhir Oktober, jalan utama pasar bahan bangunan di Guangzhou dipenuhi ratusan toko khusus yang menjual bahan, peralatan, tirai, dan barang lainnya. Tapi itu sepi. Beberapa toko tutup. "Tidak ada seorang pun di sini. Saya sudah bekerja di industri ini selama lebih dari 20 tahun, dan ini yang terburuk," kata manajer toko yang khusus menjual urinoir.

Hal serupa terjadi pada Peng Xiaojuan, yang telah menjalankan toko papan plafon di Dongguan, provinsi Guangdong, selama hampir 10 tahun. "Rumah tidak terjual, dan tidak ada yang merenovasinya. Saya tidak dapat menghasilkan uang," ucap dia. Untuk meningkatkan pendapatannya, Peng mulai bekerja sebagai tenaga penjualan di sebuah perusahaan ubin lokal.

Ada pasar di seluruh China yang menawarkan one-stop shopping untuk interior rumah. Hingga beberapa tahun lalu, tempat-tempat seperti itu dipenuhi orang-orang yang datang pada akhir pekan untuk membeli dari berbagai pedagang. Kini keadaannya sudah tidak begitu.

Dengan adanya reformasi sistem perumahan di China pada tahun 1998, pemerintah mengizinkan masyarakat untuk membeli dan menjual rumah mereka. Langkah-langkah selanjutnya mendorong pembelian rumah dan pembangunan baru. Pengembang bermunculan dan industri berkembang pesat, dipicu oleh spekulan yang percaya bahwa harga akan selalu naik dan perekonomian berkembang pesat.

Menurut analisis yang dilakukan profesor Universitas Harvard, Kenneth Rogoff dan lainnya, pangsa industri real estate terhadap PDB China telah tumbuh dari kurang dari 10% pada akhir tahun 1990-an menjadi 30 persen saat ini. Karena ukurannya yang besar, ketika terjadi penurunan, dampak riaknya akan signifikan.

Di internet China, beredar ungkapan yang mengejek industri ini: "Paus mati dan tenggelam ke laut”, yang berarti bahwa ketika pemain besar di bidang real estate mati, mereka akan ikut menyeret pemain kecil ke dalamnya.

Ketika pengembang besar seperti China Evergrande Group berada dalam kesulitan keuangan, perusahaan-perusahaan yang pernah mengandalkan mereka kini mencari keselamatan di luar negeri. Pada Pameran Impor dan Ekspor China (Canton Fair), yang diadakan di Guangzhou hingga tanggal 4 November, seorang karyawan sebuah perusahaan batu yang berpameran di acara tersebut sangat antusias dan mengatakan: "Kami ingin memperluas bisnis kami ke Timur Tengah dan wilayah lain di masa mendatang."

Penjualan luar negeri hanya menyumbang 2 persen dari total pendapatan perusahaan. Jalan menuju pemulihan bagi mereka yang sejak lama mengandalkan kuatnya permintaan dalam negeri akan relatif berlangsung sulit.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved