Penyandera di Prancis Ungkap Derita Palestina, Sebut Dirinya Mujahid
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
“Dia terus meminta anak-anak Palestina dibebaskan dari penjara-penjara Israel dan warga Palestina berumur di bawah 40 tahun diizinkan salat di masjid Al Aqsa di Yerusalem,” ujar sumber itu.
Pria yang sudah dikenal oleh sejumlah badan penegak hukum itu sudah dalam daftar pengawasan “Fiche S” yakni mereka yang dianggap terpapar radikalisasi.
Para investigator menyatakan ada tren penyakit mental dan radikalisasi dalam beberapa serangan yang mengguncang Prancis selama beberapa tahun terakhir, sehingga sangat sulit memprediksi perilaku para pelaku.
“Itu profil-profil berbahaya, Anda tidak pernah tahu apa yang akan mereka lakukan,” kata sumber kepolisian.
Tersangka tinggal di Paris saat insiden 2013 dan kemudian pindah ke wilayah Seine-Maritime bagian utara.
Pria yang sudah dikenal oleh sejumlah badan penegak hukum itu sudah dalam daftar pengawasan “Fiche S” yakni mereka yang dianggap terpapar radikalisasi.
Para investigator menyatakan ada tren penyakit mental dan radikalisasi dalam beberapa serangan yang mengguncang Prancis selama beberapa tahun terakhir, sehingga sangat sulit memprediksi perilaku para pelaku.
“Itu profil-profil berbahaya, Anda tidak pernah tahu apa yang akan mereka lakukan,” kata sumber kepolisian.
Tersangka tinggal di Paris saat insiden 2013 dan kemudian pindah ke wilayah Seine-Maritime bagian utara.
Lihat Juga :