Hari Terakhir Gencatan Senjata, Hamas Bebaskan 16 Sandera Israel

Kamis, 30 November 2023 - 06:44 WIB
loading...
Hari Terakhir Gencatan...
Hamas bebaskan 2 wanita Rusia-Israel sebagai bagian dari kesepakatan perpanjangan gencatan senjata. Foto/NBC News
A A A
JALUR GAZA - Kelompok perlawanan Islam Hamas kembali membebaskan sandera Israel sebagai bagian dari gencatan senjata . Sebanyak 16 sanderda di Gaza telah diserahkan kepada pejabat Israel pada Rabu waktu setempat atau hari kedua dan terakhir perpanjangan gencatan senjata.

"Berdasarkan ketentuan kesepakatan yang dimediasi Qatar, 30 warga Palestina – 16 anak di bawah umur dan 14 perempuan – akan dibebaskan pada hari Rabu sebagai imbalannya," kata Majed Al-Ansari, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/11/2023).

Ansari mengatakan dua warga negara Rusia dan empat warga negara Thailand dibebaskan di luar kerangka perjanjian, sementara 10 warga Israel yang dibebaskan termasuk lima orang yang memiliki kewarganegaraan ganda. Mereka adalah seorang warga negara ganda asal Belanda, yang juga masih di bawah umur, tiga asal Jerman, dan satu orang asal Amerika Serikat (AS).

Para sandera yang dibebaskan termasuk di antara sekitar 240 orang yang ditangkap oleh kelompok bersenjata Hamas saat melakukan serangan ke Israel selatan pada 7 Oktober, di mana Israel mengatakan 1.200 orang tewas. Sebagai balasan, Israel melakukan pemboman terhadap Gaza yang telah menewaskan lebih dari 15.000 warga Gaza, menurut otoritas kesehatan di daerah kantong Palestina itu.

Baca Juga: Agen Intelijen CIA Pro-Palestina Sampaikan Dukungan untuk Palestina

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengidentifikasi dua wanita Rusia-Israel yang dibebaskan pada Rabu malam sebagai Yelena Trupanov (50) dan Irena Tati (73).

Video dari sayap bersenjata Hamas menunjukkan para perempuan tersebut diserahkan ke ICRC dan diusir dari Jalur Gaza.

Pembicaraan Perpanjangan Gencatan Senjata


Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tiba di Tel Aviv. Ini adalah kunjungan ketiganya ke wilayah tersebut sejak serangan 7 Oktober dan dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin Israel untuk membahas perpanjangan gencatan senjata sementara dan meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Dua pejabat Palestina mengatakan kepada Reuters bahwa pembicaraan terus berlanjut mengenai kemungkinan perpanjangan gencatan senjata, yang dijadwalkan berakhir pada Kamis pagi waktu setempat, namun belum ada kesepakatan yang dicapai.

Channel 12 Israel melaporkan bahwa Netanyahu akan mengadakan pertemuan keamanan pada Rabu malam.

Baca Juga: 60% Bangunan di Gaza Hancur, Hamas Siap Bangun Kembali

Osama Hamdan, seorang pejabat senior Hamas di Lebanon, dikutip oleh media yang berafiliasi dengan Hamas mengatakan bahwa upaya untuk memperpanjang gencatan senjata “belum matang, dan apa yang telah kita lihat sejauh ini tidak layak untuk dipelajari.”

Seorang pejabat Israel sebelumnya mengatakan bahwa tidak mungkin memperpanjang gencatan senjata tanpa komitmen untuk membebaskan semua perempuan dan anak-anak yang disandera. Pejabat itu mengatakan Israel yakin militan masih menahan cukup banyak perempuan dan anak-anak untuk memperpanjang gencatan senjata selama dua hingga tiga hari.

Seorang pejabat Palestina mengatakan para perunding sedang mempertimbangkan apakah laki-laki Israel akan dibebaskan dengan persyaratan yang berbeda dari pertukaran tiga tahanan Palestina untuk setiap sandera Israel yang berlaku bagi perempuan dan anak-anak.

“Qatar tetap berharap kemajuan yang dicapai dalam beberapa hari terakhir dapat dipertahankan, dan perpanjangan lebih lanjut dari perjanjian jeda kemanusiaan dapat dicapai,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Ansari dalam pernyataannya.

Baca Juga: Perang Melawan Hamas, 8 Tentara Israel Tewas Ditembak Rekan Sendiri

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Kehebatan Rudal Sijjil,...
Kehebatan Rudal Sijjil, Senjata Andalan Iran Hancurkan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved