Dokter Israel: Para Sandera yang Dibebaskan Hamas dalam Kondisi Baik

Sabtu, 25 November 2023 - 23:31 WIB
loading...
Dokter Israel: Para...
Pejabat Thailand (empat kiri) bersama 10 warga Thailand yang dibebaskan Hamas dari Gaza berada di pusat medis Israel. Foto/AP
A A A
TEL AVIV - Warga negara Israel yang diserahkan Hamas pada Jumat (24/11/2023) tampaknya dalam keadaan sehat, menurut petugas medis setempat.

Kelompok pejuang Palestina juga membebaskan sepuluh warga negara Thailand dan satu warga Filipina, sementara Israel melepaskan 39 tahanan Palestina.

Pertukaran tersebut merupakan bagian dari kesepakatan yang dicapai awal pekan ini, di mana 50 wanita dan anak-anak Israel akan ditukar dengan 150 narapidana Palestina.

Militer Israel juga untuk sementara menghentikan operasinya melawan pejuang di Gaza, dan gencatan senjata diperkirakan akan berlangsung selama empat hari.

Berbicara pada konferensi pers pada Jumat malam, CEO Pusat Medis Anak Schneider Efrat Bron-Harlev mengatakan empat anak dan empat wanita, yang diterima di fasilitas tersebut, berada dalam kondisi fisik yang baik.

“Mereka saat ini sedang menjalani pemeriksaan medis dan emosional,” ujar dia, meminta pers menghormati privasi para sandera yang dibebaskan.

Lima warga Israel lainnya yang dibebaskan, dan berada di bawah pengawasan di Wolfson Medical Center, juga dikatakan merasa sehat.

Baca juga: Daftar Lengkap 13 Sandera Israel yang Dibebaskan Hamas

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Thailand melaporkan sepuluh tawanan Thailand yang dibebaskan, sebagian besar adalah pekerja pertanian, akan terbang pulang setelah menghabiskan 48 jam di bawah pengawasan medis.

Pemerintah Thailand mengungkapkan 20 orang lagi warganya masih ditahan Hamas.

Mengomentari pembebasan sandera pertama dalam postingan di X pada hari Sabtu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan kembali komitmen Washington memastikan semua tawanan lainnya juga dibebaskan.

“Kami tidak akan berhenti sampai mereka tiba di rumah, saya tidak punya prioritas lebih tinggi,” ujar dia.

Selama serangannya pada tanggal 7 Oktober, Hamas menculik lebih dari 200 orang, banyak di antaranya memiliki kewarganegaraan ganda atau warga negara asing, termasuk orang Amerika Serikat.

Pembebasan 24 sandera pada Jumat dilaporkan diawasi Komite Palang Merah Internasional (ICRC), yang ambulansnya dikatakan membawa kelompok tersebut dari Khan Younis di Gaza selatan ke penyeberangan Rafah di perbatasan Mesir.

Kabinet Israel menyetujui pertukaran sandera pada Selasa malam, dengan Qatar, Mesir dan Amerika Serikat berperan sebagai mediator.

Pengaturan tersebut awalnya akan dimulai pada Kamis, namun ditunda oleh Israel.

Kesepakatan itu memberi warga Gaza kelonggaran singkat setelah berminggu-minggu pemboman besar-besaran Israel, yang menurut pihak berwenang Palestina telah merenggut hampir 15.000 nyawa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Pentagon Rilis Dokumen...
Pentagon Rilis Dokumen UFO, Ada Piring Terbang di Atas Bandara Zimbabwe
Rekomendasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved