Ini Bukti Kejahatan Perang Israel di Gaza yang Tak Bisa Ditepis Barat

Rabu, 22 November 2023 - 10:43 WIB
loading...
Ini Bukti Kejahatan...
Anthony Dworkin, peneliti terkemuka Eropa, beber bukti kejahatan perang Israel di Gaza yang tidak bisa ditepis oleh pemerintah negara-negara Barat pendukung Zionis. Foto/REUTERS
A A A
GAZA - Anthony Dworkin, seorang peneliti terkemuka, ada beberapa bukti kuat yang menunjukkan bahwa Israel telah melakukan kejahatan perang dalam serangan militernya di Gaza, Palestina.

Bukti-bukti itu tidak bisa ditepis lagi oleh pemerintah negara-negara Barat yang selama ini membela Israel.

Sayangnya, kata Dworkin, pemerintah Barat menghindari diskusi publik mengenai apakah Israel melakukan kejahatan perang.

Dworkin, peneliti kebijakan senior di Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa, mencapai kesimpulan tersebut setelah melakukan evaluasi komprehensif terhadap serangan terbaru Israel terhadap wilayah kantong Palestina yang padat penduduk.

Baca Juga: Pengungkapan Eks Intelijen AS Menampar Zionis: Hamas Menang Besar atas Militer Israel

Dia mencatat jumlah korban jiwa di Gaza akibat serangan Israel sudah melebihi 14.000 orang. Dia juga menyoroti operasi militer terhadap beberapa rumah sakit di Gaza.

Dworkin mengatakan beberapa pemimpin Barat, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, belum mengungkapkan kekhawatirannya mengenai dampak serangan Israel terhadap warga sipil Palestina di Gaza.

“Ketika kampanye militer memasuki fase baru yang mungkin melibatkan operasi di wilayah selatan Gaza yang kini padat penduduknya dan menimbulkan semakin banyak pertanyaan tentang bagaimana operasi tersebut akan berakhir, inilah saatnya bagi para pemimpin Eropa untuk berbicara lebih jelas tentang apa yang diwajibkan oleh hukum internasional,” katanya, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (22/11/2023).

Dworkin mencontohkan adanya dua aturan, yaitu hukum perang dan hukum humaniter internasional, yang menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada saat konflik. Secara khusus, dia menekankan bahwa pelanggaran hukum humaniter internasional merupakan kejahatan perang.

Dia mengatakan hukum humaniter internasional dengan jelas menggambarkan batasan-batasan yang dapat menyebabkan kerugian terhadap warga sipil selama operasi militer.

Dia mencatat bahwa hukum humaniter internasional menyerukan pihak-pihak yang berkonflik untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi non-kombatan sambil mengakui bahwa tidak ada perang tanpa dampaknya terhadap warga sipil.

Dworkin mengatakan bahwa bahkan dalam serangan yang menargetkan sasaran militer, ada batasan yang dapat menyebabkan korban sipil. Dia mencatat bahwa dilarang melancarkan serangan dalam situasi di mana kemungkinan korban sipil menderita lebih tinggi daripada target utama militer yang semestinya.

Mengingat sebagian besar serangan Hamas pada 7 Oktober mengabaikan aturan-aturan tersebut, Dworkin mengatakan motivasi dan konteks sebagian besar serangan Israel harus diselidiki.

“Meski begitu, peninjauan terhadap bukti-bukti tersebut secara kuat menunjukkan bahwa Israel telah melanggar hukum kemanusiaan internasional dan melakukan kejahatan perang,” katanya.

Dworkin juga menyebut tindakan Israel yang memblokir pasokan bahan pokok memasuki Gaza dan serangan terhadap tangki air, pembangkit listrik, dan kapal penangkap ikan sebagai contoh hukuman kolektif.

"Serangan yang menyebabkan kerugian sipil yang tidak proporsional adalah kejahatan perang," tegasnya.

“Sebagai contoh saja, sulit untuk melihat bagaimana serangan Israel terhadap kamp pengungsi Jabalia, yang menurut otoritas Gaza menewaskan sedikitnya 195 orang dan tampaknya menewaskan dua petugas Hamas dan sejumlah pejuang lainnya, memenuhi ambang batas tersebut,” paparnya.

“Menurut para ahli yang telah mempelajari praktik penargetan pasukan militer yang berbeda, serangan Israel telah menyebabkan tingkat kematian warga sipil yang jauh lebih tinggi daripada yang diizinkan oleh pasukan Amerika Serikat atau Inggris dalam perang melawan pemberontakan,” imbuh dia.

Israel melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober.

Korban tewas warga Palestina akibat serangan Israel di Jalur Gaza telah melonjak menjadi 14.128 orang, kata Kementerian Kesehatan di wilayah Gaza.

“Para korban termasuk lebih dari 5.840 anak-anak dan 3.920 perempuan,” imbuh kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, korban tewas di Israel adalah sekitar 1.200 orang, menurut angka resmi.

Bukti Kejahatan Perang Israel di Gaza Versi Anthony Dworkin


1. Serangan terhadap warga sipil, di mana korban sipil jauh lebih tinggi daripada target militer yang semestinya.

2. Memblokir pasokan bahan pokok memasuki Gaza dan serangan terhadap tangki air, pembangkit listrik, dan kapal penangkap ikan Gaza.

3. Serangan terhadap kamp pengungsi di Gaza yang melebihi ambang batas.

4. Serangan terhadap beberapa rumah sakit di Gaza karena kubu non-kombatan harusnya dilindungi selama konflik.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
50 Senator AS Dukung...
50 Senator AS Dukung Resolusi Anti-Perang Iran, Trump Kehilangan Dukungan
Rekomendasi
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Makanan Panas Disantap...
Makanan Panas Disantap dengan Sendok Plastik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved