Israel Sepakat Gencatan Senjata 4 Hari, Imbalannya Hamas Bebaskan 50 Sandera

Rabu, 22 November 2023 - 09:56 WIB
loading...
Israel Sepakat Gencatan...
Dua dari empat sandera yang dibebaskan Hamas pada pertengahan Oktober lalu. Kini Israel-Hamas sepakat gencatan senjata 4 hari dengan imbalan pembebasan 50 sandera. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Pemerintah Israel pada Rabu (22/11/2023) dilaporkan mencapai kesepakatan dengan Hamas untuk gencatan senjata selama empat hari. Sebagai imbalannya, Hamas akan membebaskan 50 sandera yang terdiri dari anak-anak dan perempuan.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan perjanjian itu disepakati kabinet pemerintah dalam pemungutan suara.

Para pejabat dari Qatar--yang menjadi penengah perundingan--serta Amerika Serikat, Israel dan Hamas selama berhari-hari mengatakan bahwa kesepakatan pembebasan sandera akan segera tercapai.

Hamas diyakini menyandera lebih dari 200 orang, yang diculik ketika para milisinya menyerbu Israel pada 7 Oktober. Serangan saat itu menewaskan sekitar 1.200 orang.

Baca Juga: Pengungkapan Eks Intelijen AS Menampar Zionis: Hamas Menang Besar atas Militer Israel

Sebuah pernyataan dari Kantor Netanyahu mengatakan 50 perempuan dan anak-anak akan dibebaskan selama empat hari, dan selama itu akan ada jeda dalam pertempuran.

Untuk setiap tambahan 10 sandera yang dibebaskan, kata kantor tersebut, jeda akan diperpanjang satu hari lagi. Namun, kantor Netanyahu tidak menyebutkan perihal pembebasan tahanan Palestina sebagai bagian dari kesepakatan ini.

Seorang pejabat AS yang mendapat penjelasan mengenai diskusi tersebut mengatakan sebelum kesepakatan itu tercapai, perjanjian itu akan mencakup pertukaran 150 tahanan Palestina.

“Pemerintah Israel berkomitmen untuk memulangkan semua sandera. Malam ini, mereka menyetujui kesepakatan yang diusulkan sebagai tahap pertama untuk mencapai tujuan ini,” bunyi pernyataan Kantor PM Netanyahu, yang dirilis setelah berjam-jam musyawarah dan tertutup bagi pers, sebagaimana dikutip Reuters.

Media Israel, Ynet, melaporkan bahwa semua kecuali tiga menteri di partai sayap kanan Jewish Power memberikan suara mendukung kesepakatan tersebut.

Perjanjian tersebut akan menjadi gencatan senjata pertama dalam perang di mana pengeboman Israel telah meratakan sebagian besar wilayah Gaza yang dikuasai Hamas, menewaskan lebih dari 14.000 warga sipil di daerah kantong Palestina tersebut.

Sebelum berkumpul dengan pemerintahan penuhnya, Netanyahu pada hari Selasa bertemu dengan kabinet perangnya dan kabinet keamanan nasional yang lebih luas mengenai kesepakatan tersebut.

Menjelang pengumuman perjanjian tersebut, Netanyahu mengatakan intervensi Presiden AS Joe Biden telah membantu meningkatkan perjanjian tentatif tersebut sehingga mencakup lebih banyak sandera dan lebih sedikit konsesi.

Namun Netanyahu mengatakan misi Israel yang lebih luas tidak berubah.

“Kami sedang berperang dan kami akan melanjutkan perang sampai kami mencapai semua tujuan kami. Untuk menghancurkan Hamas, kembalikan semua sandera kami dan pastikan tidak ada entitas di Gaza yang dapat mengancam Israel,” katanya di awal pertemuan pemerintah.

Jeda pertempuran ini juga akan memungkinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.

Media-media Israel termasuk Channel 12 melaporkan pembebasan sandera pertama diperkirakan terjadi pada hari Kamis. Penerapan kesepakatan tersebut harus menunggu selama 24 jam untuk memberikan kesempatan kepada warga Israel untuk meminta Mahkamah Agung memblokir pembebasan tahanan Palestina.

Hamas hingga saat ini hanya membebaskan empat tawanan: warga AS Judith Raanan (59) dan putrinya; Natalie Raanan (17), pada 20 Oktober, dengan alasan kemanusiaan, dan perempuan Israel Nurit Cooper (79), dan Yocheved Lifshitz (85), pada 23 Oktober.

Kelompok militan Palestina, Jihad Islam, yang berpartisipasi dalam serangan 7 Oktober dengan Hamas, mengatakan pada Selasa malam bahwa salah satu sandera Israel yang mereka tawan sejak serangan 7 Oktober terhadap Israel telah tewas.

“Kami sebelumnya menyatakan kesediaan kami untuk melepaskannya karena alasan kemanusiaan, namun musuh mengulur waktu, dan hal ini menyebabkan kematiannya,” kata Brigade Al-Quds, sayap militer Jihad Islam Palestina, di saluran Telegramnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Trump Ulang Tahun Ke-80,...
Trump Ulang Tahun Ke-80, Dimeriahkan dengan Laga UFC di Gedung Putih
Rekomendasi
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Profil Zion Suzuki:...
Profil Zion Suzuki: Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Berita Terkini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved