alexa snippet

Hasil Investigasi Myanmar Dikecam Organisasi HAM

Hasil Investigasi Myanmar Dikecam Organisasi HAM
Hasil Investigasi Myanmar Dikecam Organisasi HAM. (Reuters).
A+ A-
YANGON - Kelompok pegiat hak asasi manusia (HAM) mengecam hasil investigasi militer Myanmar terhadap warga etnik minoritas Rohingya.

Militer Myanmar dianggap ”cuci tangan” atas kekejaman yang dilakukan mereka terhadap warga Rohingya. Kelompok HAM juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk diizinkan masuk ke Rakhine untuk menginvestigasi kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan militer Myanmar.

Lebih dari 600.000 warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh sejak akhir Agustus silam. Itu disebabkan operasi pembersihan etnis yang dilakukan militer Myanmar.

Namun, tentara Myanmar atau dikenal dengan nama Tatmadaw konsisten menentang segala bentuk tudingan tersebut dengan merilis investigasi internal.

Direktur Human Rights Watch (HRW) Brad Adams mengungkapkan, laporan investigasi internal itu tidak jelas. ”Itulah kenapa perlu penyidik internasional independen untuk menemukan fakta dan mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab,” ungkap Adams dilansir Reuters .

Sementara itu, militer Myanmar menggelar penyidikan internal dan tidak menemukan pelanggaran HAM yang dilakukan prajurit mereka.

”Tidak ditemukan bukti penembakan tentara Myanmar kepada warga Rohingya. Tidak ada bukti juga pemerkosaan dan penyiksaan tahanan,” ungkap Panglima Militer Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing.

Hlaing mengungkapkan, temuan investigasi internal menunjukkan tidak ada bukti kalau pasukan keamanan Myanmar membakar desadesa Rohingya atau menggunakan kekuatan yang berlebihan.

”Sebanyak 376 gerilyawan Rohingya dibunuh. Mereka juga mengklaim tidak korban warga sipil tak bersalah,” demikian klaim laporan internal militer Myanmar.

Cuci tangan yang dilakukan Militer Myanmar itu bertepatan dengan persiapan kunjungan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson ke Yangon pada hari ini.

Dia akan berunding dengan para pemimpin negara tersebut membahas krisis Rohingya. Namun, Aung San Suu Kyi, pemimpin nasional Myanmar, tidak memiliki kontrol untuk mengendalikan militer.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top