Rusia: Diperlukan Pembicaraan Baru Pembentukan Negara Palestina
Rabu, 22 November 2023 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Lavrov mengatakan gencatan senjata yang cepat, pengiriman bantuan kemanusiaan dan pembebasan sandera adalah masalah “prioritas utama” saat ini.
Yang tidak kalah pentingnya adalah dimulainya kembali proses perdamaian “atas dasar yang diterima secara internasional” yang sejalan dengan keputusan PBB dan keputusan Liga Arab serta Organisasi Kerjasama Islam (OKI), menurut dia.
Baca juga: Iran Desak BRICS Gunakan Peluang Ekonomi dan Politik untuk Tekan Rezim Teroris Israel
“Proses perdamaian seperti itu harus ditujukan untuk menciptakan negara Palestina yang berdaulat dan merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967 dan dengan ibu kota di Yerusalem Timur,” tegas Lavrov.
Menlu Rusia yakin mediator proses perdamaian Timur Tengah sebelumnya yang disebut Kuartet Timur Tengah telah membuktikan ketidakefektifannya.
Didirikan di Madrid pada 2002, kelompok ini beranggotakan Amerika Serikat, Rusia, Uni Eropa, dan PBB yang diharapkan dapat mengarahkan proses perdamaian Israel-Palestina menuju solusi dua negara.
Yang tidak kalah pentingnya adalah dimulainya kembali proses perdamaian “atas dasar yang diterima secara internasional” yang sejalan dengan keputusan PBB dan keputusan Liga Arab serta Organisasi Kerjasama Islam (OKI), menurut dia.
Baca juga: Iran Desak BRICS Gunakan Peluang Ekonomi dan Politik untuk Tekan Rezim Teroris Israel
“Proses perdamaian seperti itu harus ditujukan untuk menciptakan negara Palestina yang berdaulat dan merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967 dan dengan ibu kota di Yerusalem Timur,” tegas Lavrov.
Menlu Rusia yakin mediator proses perdamaian Timur Tengah sebelumnya yang disebut Kuartet Timur Tengah telah membuktikan ketidakefektifannya.
Didirikan di Madrid pada 2002, kelompok ini beranggotakan Amerika Serikat, Rusia, Uni Eropa, dan PBB yang diharapkan dapat mengarahkan proses perdamaian Israel-Palestina menuju solusi dua negara.
Lihat Juga :