Israel Bunuh 2 Jurnalis dan 2 Warga Sipil di Lebanon

Rabu, 22 November 2023 - 04:01 WIB
loading...
Israel Bunuh 2 Jurnalis...
Farah Omar melaporkan dari Lebanon selatan. Foto/Al-Mayadeen
A A A
BEIRUT - Dua jurnalis Lebanon dan dua warga sipil tewas akibat serangan Israel di Lebanon selatan pada Selasa (21/11/2023).

Rabih Maamari dan Farah Omar yang bekerja untuk saluran lokal Al-Mayadeen, tewas dibom Israel di dekat kota Tir Harfa, sekitar satu mil dari perbatasan selatan, menurut kantor berita resmi Nasional (NNA).

Al-Mayadeen yang secara politik memusuhi Israel dan menggunakan tanda kutip ketika merujuk negara tersebut dalam bahasa Inggris, mengatakan serangan itu adalah “sengaja” yang menargetkan jurnalis mereka.

Sebelumnya, NNA mengatakan seorang wanita lanjut usia tewas dan cucunya terluka akibat serangan Israel di Kfar Kila, Lebanon selatan.

“Pesawat musuh menyerbu rumah-rumah penduduk di Kfar Kila, menyebabkan kematian warga Laiqa Sarhan (80) dan cucunya terluka,” ungkap laporan NNA.

Tiga jurnalis kini telah terbunuh di Lebanon akibat konflik di wilayah selatan. Issam Abdallah, seorang videografer yang berbasis di Beirut untuk kantor berita Reuters, juga terbunuh di dekat perbatasan Lebanon akibat penembakan dari Israel pada 13 Oktober 2023.

Bentrokan perbatasan antara Hizbullah dan Israel dimulai sehari setelah serangan Hamas dari Gaza yang menewaskan lebih dari 1.200 orang di Israel pada tanggal 7 Oktober 2023.

Baca juga: Gerak Cepat, Rusia Kumpulkan Para Menlu Negara-negara Arab dan Muslim Bahas Gaza

Pemboman rezim kolonial Israel yang tiada henti di Gaza sejak saat itu telah menewaskan lebih dari 13.000 warga Palestina, termasuk 5.600 anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Menurut AFP, pertempuran di Lebanon selatan telah menyebabkan sedikitnya 92 orang tewas, sebagian besar adalah pejuang Hizbullah, tetapi juga sepuluh warga sipil.

Pihak berwenang Israel mengatakan sembilan orang tewas di Israel, termasuk enam tentara.

Konflik di Gaza juga telah menyebabkan apa yang oleh kelompok pemantau media disebut sebagai jumlah jurnalis yang terbunuh “yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

Sejak 7 Oktober, 50 jurnalis telah dibunuh di Gaza, Israel dan Lebanon, menurut Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ).

Sherif Mansour, Koordinator Program CPJ untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan kepada MEE awal bulan ini bahwa tentara Israel perlu membuat aturan keterlibatan mereka lebih transparan, karena banyak jurnalis di Gaza “mungkin tidak memiliki pilihan untuk menghindari situasi pertempuran”.

“Tentu saja jumlah korban ini sangat menyedihkan dan sayangnya hal ini harus dibayar oleh, dan terus dibayar oleh, jurnalis Palestina yang menghadapi risiko yang sangat besar,” ungkap dia.

Dia menegaskan, “Ini adalah pengorbanan yang tidak boleh diabaikan dengan mudah.”

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Keseleo Lidah, Trump...
Keseleo Lidah, Trump Sebut Kapal Induk AS Diserang Rudal "Republik Islam Jepang"
Senator Amerika Serikat...
Senator Amerika Serikat Lindsey Graham Meninggal Dunia secara Mendadak
Rekomendasi
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
Kilas Balik Piala Dunia:...
Kilas Balik Piala Dunia: Prancis Permalukan Spanyol 3-1
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
Berita Terkini
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved