Meski Perang dengan Ukraina dan Disanksi Barat, Rusia Justru Untung Besar, Kenapa?
Jum'at, 17 November 2023 - 00:11 WIB
loading...
A
A
A
“Data baru menunjukkan Rusia terus memperoleh manfaat dari pendapatan ekspor komoditas yang tinggi. Kami memperkirakan Rusia akan kembali membukukan surplus transaksi berjalan sebesar USD20 miliar pada sisa dua bulan tahun 2023, menjadikan keseluruhan neraca eksternal menjadi sekitar USD75 miliar,” prediksi ekonom Rusia dari Bloomberg, Alex Isakov.
“Peningkatan pendapatan ekspor membantu menghentikan pelemahan rubel, namun dalam beberapa bulan mendatang mata uang Rusia mungkin akan diuji ketika pemerintah membangun kembali cadangan devisanya mulai bulan Januari,” tambahnya.
Hal ini terjadi setelah Moskow mengalihkan sebagian besar arus perdagangannya ke arah timur setelah sanksi Barat mengganggu sebagian besar rantai pasokan di pasar Eropa.
Pihak berwenang Rusia menerapkan kembali beberapa kontrol modal yang mengharuskan eksportir, termasuk produsen minyak utama, untuk menjual pendapatan mereka dari perdagangan luar negeri di pasar domestik untuk mengamankan arus masuk mata uang asing.
Langkah tersebut membantu memberikan dukungan terhadap rubel, yang menguat sekitar 5% terhadap dolar AS pada bulan Oktober. Mata uang tersebut terus menguat minggu ini hingga di bawah 89 terhadap greenback untuk pertama kalinya sejak akhir Juli.
“Peningkatan pendapatan ekspor membantu menghentikan pelemahan rubel, namun dalam beberapa bulan mendatang mata uang Rusia mungkin akan diuji ketika pemerintah membangun kembali cadangan devisanya mulai bulan Januari,” tambahnya.
Hal ini terjadi setelah Moskow mengalihkan sebagian besar arus perdagangannya ke arah timur setelah sanksi Barat mengganggu sebagian besar rantai pasokan di pasar Eropa.
Pihak berwenang Rusia menerapkan kembali beberapa kontrol modal yang mengharuskan eksportir, termasuk produsen minyak utama, untuk menjual pendapatan mereka dari perdagangan luar negeri di pasar domestik untuk mengamankan arus masuk mata uang asing.
Langkah tersebut membantu memberikan dukungan terhadap rubel, yang menguat sekitar 5% terhadap dolar AS pada bulan Oktober. Mata uang tersebut terus menguat minggu ini hingga di bawah 89 terhadap greenback untuk pertama kalinya sejak akhir Juli.
(ahm)
Lihat Juga :