Perbandingan Ramalan Sheikh Yassin dan Henry Kissinger soal Kehancuran Israel

Kamis, 16 November 2023 - 14:39 WIB
loading...
Perbandingan Ramalan...
Almarhum Sheikh Ahmed Yassin, salah satu pendiri Hamas yang memprediksi Negara Israel akan lenyap pada 2027. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - Almarhum Sheikh Ahmed Ismail Hassan Yassin, salah satu pendiri Hamas, memprediksi Negara Israel akan hancur pada 2027 mendatang.

Ramalan oleh Sheikh Yassin disampaikan dalam sebuah wawancara dengan wartawan Al Jazeera pada 1999. Menurutnya, prediksinya ini berdasarkan analisa yang terdapat dalam Al-Qur’an, di mana disebutkan bahwa siklus generasi berubah setiap 40 tahun.

Menurutnya, setelah peristiwa Nakba pada 1948, dan Intifada pada 1987, maka pada tahun 2027 akan terjadi kehancuran Israel.
Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Henry Kissinger, pada 2012, juga memprediksi bahwa Negara Israel tidak akan ada lagi dalam 10 tahun ke depan, atau pada 2022. Faktanya, ramalan Kissinger meleset.

Ramalan Kissinger disampaikan saat itu mengacu pada ketidakstabilan politik dan keamanan di Timur Tengah. Selain itu, adanya kemungkinan tentang perubahan sikap Amerika Serikat terhadap Israel.

Baca Juga: Ramalan Sheikh Yassin Negara Israel Lenyap 2027 dan 3 Tanda-tandanya

Perbandingan Ramalan Sheikh Yassin dan Henry Kissinger soal Kehancuran Israel


Ramalan Yassin dan Kissinger memiliki beberapa persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah sama-sama menyebut bahwa Israel akan hancur dalam waktu dekat, yakni pada 2027 dan 2022.

Keduanya juga sama-sama melihat bahwa Israel berdiri di atas kezaliman dan penindasan terhadap rakyat Palestina, dan bahwa dukungan dari Amerika Serikat tidak akan cukup untuk menjaga eksistensi Israel.

Perbedaannya adalah bahwa Yassin meramalkan Israel akan hancur berdasarkan sumber Al-Qur’an, sedangkan Henry meramalkan Israel akan runtuh berdasarkan analisis politik dan strategis.

Meski begitu, ramalan keduanya telah menimbulkan reaksi yang beragam dari berbagai pihak.

Bagi rakyat Palestina dan negara-negara Islam, ramalan tersebut mungkin menjadi harapan dan motivasi untuk terus berjuang melawan penjajahan Israel.

Sementara bagi Israel dan sekutunya, ramalan tersebut mungkin menjadi ancaman dan tantangan untuk terus mempertahankan eksistensi dan keamanan Israel.

Ramalan Yassin dan Kissinger tidak bisa dipisahkan dari konteks sejarah dan situasi saat itu. Ramalan Sheikh Yassin dibuat pada 1999, ketika Israel dan Palestina sedang berusaha mencapai kesepakatan damai di bawah naungan Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Perjanjian Oslo.

Oleh karenanya bisa dibilang jika ramalan tersebut mungkin merupakan bentuk protes dan penolakan terhadap perjanjian tersebut, yang dianggap tidak adil dan tidak mengakomodasi hak-hak rakyat Palestina.

Sedangkan ramalan Kissinger dibuat pada 2012 atau ketika Israel dan Palestina sedang mengalami ketegangan. Keadaan itu dipicu oleh serangan Israel terhadap Jalur Gaza.

Ramalan kedua tokoh tersebut menunjukkan bahwa konflik Israel dan Palestina tidak hanya bersifat politik, tetapi juga bersifat agama, budaya, dan ideologi. Akibatnya selalu mendapatkan sorotan dari negara lain di seluruh dunia.

Namun ramalan Sheikh Yassin dan Henry Kissinger juga dikritik karena tidak memberikan solusi konkret dan konstruktif bagi konflik Israel-Palestina. Melainkan hanya menyebarkan pesimisme dan ketakutan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved